Kumparan Logo

Apa Dampaknya Bila Imunisasi Anak Tidak Lengkap?

kumparanMOMverified-green

ยทwaktu baca 3 menit

comment
7
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi dampak pemberian imunisasi tidak lengkap pada bayi. Foto: Shutter Stock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi dampak pemberian imunisasi tidak lengkap pada bayi. Foto: Shutter Stock

Pandemi COVID-19 mengakibatkan cakupan imunisasi lengkap anak menurun. Ya Moms, banyak orang tua yang khawatir membawa anaknya ke fasilitas kesehatan untuk imunisasi karena takut terpapar virus corona. Padahal, terdapat sekitar 800 ribu anak di Indonesia yang berisiko lebih besar tertular penyakit yang bisa dicegah dengan vaksin, seperti difteri, tetanus, campak, rubella, dan polio, bila tidak mendapat imunisasi lengkap.

Berdasarkan data Kementerian Kesehatan, terjadi penurunan cakupan imunisasi dasar lengkap sejak awal pandemi. Jika pada tahun 2020 atau saat awal COVID-19 masuk Indonesia, cakupan imunisasi sebesar 84,2 persen. Kemudian pada tahun 2021 turun menjadi 79,6 persen.

Menurut survei Kemenkes dan UNICEF pada tahun 2022, setengah dari orang tua atau pengasuh yang disurvei enggan membawa anaknya ke faskes karena takut tertular COVID-19. Selain itu, penurunan cakupan imunisasi rutin ini juga diakibatkan faktor lain, seperti gangguan rantai pasokan, aturan pembatasan kegiatan, dan berkurangnya ketersediaan tenaga kesehatan, yang menyebabkan penghentian sebagian layanan vaksinasi ketika kasus corona sedang mencapai puncaknya.

Oleh sebab itu di Pekan Imunisasi Dunia yang jatuh tiap minggu keempat bulan April, pastikan semua orang tua paham pentingnya imunisasi lengkap untuk anak. Sebab, bila imunisasi anak tidak lengkap, ada beberapa risiko yang perlu diwaspadai, Moms.

Dampak Bila Imunisasi Anak Tidak Lengkap

Petugas medis menyuntik vaksin inactivated poliovirus vaccine (IPV) pada seorang balita saat program imunisasi di Puskesmas Pembantu Desa Muntung, Candiroto, Temanggung, Jawa Tengah. Foto: Anis Efizudin/ANTARA FOTO

Menurut Ketua Satgas Imunisasi IDAI, Prof. DR. Dr. Hartono Gunardi Sp. A(K), pemberian imunisasi lengkap punya banyak sekali manfaat untuk anak.

"Kalau dia mendapat imunisasi lengkap tentu perlindungannya baik, anak-anak tersebut terlindungi dari penyakit PD3I. Kalau imunisasinya enggak lengkap maka perlindungannya juga enggak sempurna. Sehingga, anak-anak yang imunisasinya tidak lengkap, apalagi yang tidak diimunisasi sama sekali akan berisiko terkena penyakit," jelas Ketua Satgas Imunisasi Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), Prof. DR. Dr. Hartono Gunardi Sp. A(K)., dalam wawancara eksklusif bersama kumparanMOM, Jumat (22/4).

Dokter yang praktik di RS Cipto Mangunkusumo Jakarta itu mencontohkan ketika seorang bayi tidak diimunisasi difteri, apalagi tidak melanjutkan dengan booster, maka antibodinya akan menurun hingga bisa di bawah 40 persen.

"Jadi dia sangat berisiko untuk terinfeksi penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi. Jadi perlu setelah berselang waktu tertentu imunisasi anak-anak perlu diulang," ucap dr. Hartono.

Ilustrasi Imunisasi. Foto: Antara/M Risyal Hidayat

Jadi, sangat penting ya untuk melengkapi imunisasi lengkap pada si kecil. Sehingga apabila terkena penyakit, risiko kesakitan maupun kematiannya bisa dicegah. Tak hanya itu, imunisasi lengkap ditambah pemberian ASI pada bayi juga akan membuat kondisi tubuh lebih efektif dalam menurunkan tingkat kematian anak.

Sementara dikutip dari laman resmi UNICEF, berikut adalah beberapa dampak yang perlu diwaspadai bila imunisasi anak tidak lengkap.

1. Anak lebih rentan mengalami sakit berat

2. Kemungkinan anggota keluarga lain turut sakit berat menjadi lebih tinggi

3. Ikut berisiko menyebabkan wabah penyakit

4. Sakit dan komplikasi penyakit

5. Penurunan kualitas hidup

6. Risiko penurunan harapan hidup

7. Batasan dalam bersekolah

Nah Moms, bila ada imunisasi anak yang belum lengkap, maka segera berkonsultasi ke dokter untuk melengkapi imunisasi anak. Dengan begitu, si kecil bisa punya kekebalan tubuh terhadap beberapa penyakit berbahaya.

kumparan post embed