Kumparan Logo

Apa Efek Samping Imunisasi di Program BIAN?

kumparanMOMverified-green

ยทwaktu baca 2 menit

comment
8
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Apa Efek Samping Imunisasi BIAN? . Foto: Shutter Stock
zoom-in-whitePerbesar
Apa Efek Samping Imunisasi BIAN? . Foto: Shutter Stock

Program Bulan Imunisasi Anak Nasional (BIAN) di pulau Jawa dan Bali sudah diselenggarakan sejak tanggal 1-31 Agustus 2022. Pemerintah bekerja sama dengan Dinas Kesehatan masing-masing provinsi menggelar pemberian imunisasi tambahan campak dan rubela, serta imunisasi kejar bagi yang belum mendapatkannya.

Ya Moms, selama dua tahun pandemi, target imunisasi dasar pada bayi menurun. Data Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menunjukkan selama periode 2019-2021, ada lebih dari 1,7 juta bayi nelum mendapat imunisasi dasar.

Mengutip Petunjuk Teknis (Juknis) yang dikeluarkan Kemenkes, berikut adalah rincian sasaran pelaksanaan program BIAN 2022 Tahap II, serta jenis vaksin yang bisa didapat anak:

- Sasaran imunisasi tambahan campak rubela adalah DKI Jakarta, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah dan Jawa Timur dengan anak-anak berusia 9 bulan sampai 59 bulan.

- Sasaran imunisasi kejar adalah anak usia 12 bulan sampai dengan 59 bulan di seluruh provinsi yang tidak atau belum lengkap mendapatkan imunisasi OPV, imunisasi IPV, dan imunisasi DPT-HB-Hib.

- Khusus untuk Provinsi Bali dan Daerah Istimewa Yogyakarta tidak akan melaksanakan pemberian imunisasi tambahan campak-rubela, namun tetap melaksanakan imunisasi kejar.

kumparan post embed

Lantas, apakah beberapa jenis imunisasi di atas bisa menimbulkan efek samping pada anak?

Yang Perlu Orang Tua Pahami soal Efek Samping setelah Imunisasi di Program BIAN

Mengutip informasi di Instagram resmi Dinas Kesehatan DKI, ada beberapa efek samping ringan yang bisa terjadi setelah si kecil mendapat imunisasi di program BIAN. Efek samping setelah imunisasi ini adalah hal yang normal dan biasa dikenal dengan istilah Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI).

Anak demam setelah imunisasi adalah hal yang normal. Foto: Shutterstock

Berikut adalah beberapa efek samping ringan yang bisa terjadi:

  1. Demam ringan.

  2. Ruam merah

  3. Bengkak ringan

  4. Nyeri di tempat suntikan. Ini adalah hal yang sangat normal dan akan menghilang 2-3 hari kemudian.

KIPI yang serius sangat jarang terjadi, sehingga orang tua tidak perlu cemas berlebihan. Bila anak demam, Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) dalam resminya menyarankan orang tua untuk memberikan 15 miligram parasetamol per-kilogram berat badan anak setelah imunisasi. Parasetamol bisa diberikan setiap 3-4 jam sekali jika diperlukan dan maksimal 4 kali dalam 24 jam.

Jadi, tak perlu ragu untuk ajak anak mendapat imunisasi di program BIAN ya, Moms.