Kumparan Logo

Apa Itu Tes DNA dan Mengapa Rezky Aditya akan Melakukannya?

kumparanMOMverified-green

·waktu baca 3 menit

clock
comment
5
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Rezky Aditya dan anaknya. Foto: Instagram/@thereal_rezkyadhitya
zoom-in-whitePerbesar
Rezky Aditya dan anaknya. Foto: Instagram/@thereal_rezkyadhitya

Aktor Rezky Aditya beberapa waktu lalu membuka suara soal keputusan Pengadilan Tinggi Banten yang menyatakan dirinya adalah ayah biologis dari anak Wenny Ariani, Naira Kaemita Sasmita atau Kekey. Dalam kanal YouTube Ana Sofa Yuking, suami Citra Kirana itu menyatakan siap melakukan tes DNA untuk membuktikan kebenarannya.

“Saya ingin menegaskan bahwa saya akan bertanggung jawab dan memenuhi kewajiban saya sebagai orang tua kepada Naira. Jika memang proses tes DNA bisa dilakukan dan hasilnya membuktikan bahwa saya ayah biologis dari Naira, saya pastikan saya akan menyayangi Naira dan menafkahi Naira,” jelas Rezky Aditya.

Nah Moms, sebenarnya seperti apa sih tes DNA yang dilakukan oleh Rezky Aditya? Dan mengapa tes DNA ini bisa memastikan seorang anak memiliki hubungan darah dengan seseorang atau tidak? Simak penjelasannya berikut ini.

Apa itu Tes DNA?

Ilustrasi sampel darah untuk tes DNA. Foto: Shutterstock

Tes DNA (deoxyribonucleic acid) merupakan salah satu bagian dari tes genetik. Dikutip dari Verywell Family, tes yang digunakan untuk mengetahui hubungan biologis orang tua dan anak disebut juga tes DNA paternitas. Tes ini menggunakan profil DNA dari setiap individu dan membandingkan datanya untuk menentukan apakah ada kecocokan genetik antara orang tua dengan anak.

Apa Fungsi Tes DNA?

Dalam beberapa kasus, tes DNA paternitas digunakan sebagai alat bukti bagi pengadilan untuk menetapkan status orang tua biologis atau hak asuh anak. Tes ini juga dapat dimanfaatkan untuk memberikan informasi atau riwayat kesehatan dari orang tua, melengkapi dokumen untuk catatan kelahiran yang belum lengkap, hingga uji forensik.

Sampel Apa yang Digunakan untuk Tes DNA?

Ilustrasi tes DNA lewat swab pipi. Foto: Andrey_Popov/Shutterstock

Mengutip Cleveland Clinic, ada dua jenis sampel yang dapat digunakan untuk melakukan tes DNA paternitas, yaitu sampel darah dan swab pipi untuk sel bukal (buccal). Tes ini disebut memiliki keakuratan hingga 99,9 persen.

Tes darah dilakukan dengan cara mengambil sampel darah dari orang tua dan anak, kemudian dicek kemiripannya di laboratorium. Sementara itu, pada tes swab pipi, orang tua dan anak akan melakukan swab pada pipinya untuk diambil sel bukal. Bukal sendiri merupakan bagian dari lapisan mukosa yang berada di dalam pipi.

Bagaimana Hasil Tes DNA Disimpulkan?

Hasil dari tes DNA paternitas akan menunjukkan tabel sistem genetik yang membandingkan lokasi berbeda antara anak dan orang tua. Indeks paternitas tersebut menunjukkan kekuatan kecocokan pada dua sampel yang diuji.

Hasil tes DNA paternitas yang diklasifikasikan sebagai “tidak dikecualikan”, artinya ada kemungkinan 99 persen orang tua dan anak yang dites memiliki hubungan biologis. Bila hasil tes DNA diklasifikasikan sebagai “dikecualikan” berarti keduanya tidak memiliki hubungan biologis.