Kumparan Logo

Apa Pengaruh Suara Keras Terhadap Janin? Ibu Hamil Perlu Tahu

kumparanMOMverified-green

ยทwaktu baca 2 menit

comment
1
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Apa Pengaruh Suara Keras Terhadap Janin? Ibu Hamil Perlu Tahu Foto: Shutter Stock
zoom-in-whitePerbesar
Apa Pengaruh Suara Keras Terhadap Janin? Ibu Hamil Perlu Tahu Foto: Shutter Stock

Jika Anda sedang hamil dan sangat suka mendengarkan musik dengan volume keras menggunakan speaker di rumah, lebih baik tahan dulu, Moms. Ya, penting untuk mengetahui apakah janin Anda akan baik-baik saja dengan suara keras atau tidak.

Paparan suara keras yang terlalu lama bisa saja tidak aman bagi ibu hamil dan juga bayi yang sedang berkembang di dalam rahim. Kondisi ini juga ternyata dapat meningkatkan stres dan memengaruhi pendengaran Anda.

Selain itu, ada banyak risiko dan pengaruh pada janin jika Anda terlalu sering mendengarkan suara keras. Yuk, simak penjelasan lengkap di bawah ini.

kumparan post embed

Penjelasan soal Pengaruh Suara Keras Terhadap Janin

ilustrasi janin di dalam kandungan Foto: Shutterstock

Beberapa suara yang keras bisa saja menyebabkan masalah pendengaran pada janin. Jika terus-terusan terpapar, suara keras akan berbahaya bagi bayi di dalam kandungan Anda, Moms.

Mengutip Mom Junction, paparan suara keras yang terus menerus terhadap janin, dapat menyebabkan kelainan janin dan kelahiran prematur. Selain itu, janin juga bisa saja mengalami gangguan pendengaran frekuensi tinggi, keterlambatan pertumbuhan, kerusakan koklea, dan juga cacat lahir.

Efek jangka panjangnya, bayi juga bisa saja mengalami kerusakan pada telinga bagian dalam, yang dapat mengakibatkan gangguan pendengaran sensorineural akibat kebisingan yang terlalu sering.

Janin sendiri mulai mendeteksi suara-suara di sekitarnya mulai minggu ke-16 kehamilan. Kemudian pada sekitar minggu ke-24, telinga luar, tengah, dan dalam bayi, sudah berkembang dengan baik. Pada minggu ini pula telinga bayi sudah cukup berkembang, sehingga memungkinkan dia menoleh sebagai respons terhadap suara.

kumparan post embed

Lalu seberapa banyak janin mendengar? Sebenarnya suara di dalam rahim cukup teredam, sehingga telinga bayi di dalam kandungan belum bekerja optimal.

Tapi menurut para ahli yang dikutip dari What to Expect, yang dikhawatirkan adalah, paparan suara keras yang berkepanjangan dan berulang, Moms. Sebab studi menunjukkan bahwa, jika janin secara teratur mendengar suara yang keras atau terlalu bising, dapat meningkatkan kemungkinan bayi menderita gangguan pendengaran.

Jadi, lebih baik hindari suara keras dan bising yang berulang. Jika memang Anda ingin mendengarkan musik atau menonton film, sebaiknya pastikan volumenya tidak terlalu tinggi ya, Moms.

kumparan post embed