Apa yang Perlu Dipahami Soal Perubahan Jam Tidur Bayi?
·waktu baca 2 menit

Bayi umumnya membutuhkan waktu lebih lama untuk tidur. Bayi berusia di bawah 3 bulan memerlukan jam tidur antara 14 – 17 jam per hari, sedangkan bayi berusia 4 – 11 bulan membutuhkan waktu sekitar 12 – 15 jam per hari. Namun, beberapa bayi mungkin mengalami perubahan jam tidur. Hal ini menyebabkan si kecil tidak dapat tidur nyenyak, bahkan terus terjaga pada malam hari.
Berubahnya jam tidur bayi bisa juga disebut dengan regresi tidur. Mengutip Verywell Family, kondisi ini terjadi ketika pola tidur bayi mulai menyimpang dari jam tidur biasanya. Kondisi ini umumnya normal, tapi sering kali membuat orang tua merasa stres karena harus mengawasi bayinya yang tidak bisa tidur.
Penyebab Perubahan Jam Tidur Bayi
Ya Moms, perubahan jam tidur bayi umumnya terkait dengan pertumbuhan dan perkembangannya.
“Anda mungkin menyadari seminggu lebih bayi sering terbangun di malam hari daripada biasanya, dan seminggu kemudian mereka tiba-tiba mengucapkan lebih banyak kata-kata baru, atau mereka berubah dari merangkak ke berdiri atau berdiri menjadi berjalan,” jelas Navya Mysore, seorang dokter perawatan di One Medical New York City.
Selain itu, perubahan jam tidur bayi juga bisa disebabkan oleh hal-hal lainnya, seperti bayi sakit dan tumbuh bayi. Faktor eksternal seperti baru pindah rumah dan ada tamu di rumah juga bisa membuat bayi mengalami regresi tidur.
Berapa Lama Jam Tidur Bayi Berubah?
Regresi tidur atau perubahan jam tidur bayi umumnya hanya terjadi selama satu hingga dua minggu. Waktu tersebut bergantung pada penyebab dari regresi tidur yang dialami si kecil. Jika hal itu terjadi dalam waktu lama, segera periksakan bayi ke dokter untuk mengetahui penyebabnya.
Selain itu, regresi tidur mungkin akan dialami anak beberapa kali dalam hidupnya, terutama pada tahun-tahun pertama. Pasalnya, jam tidur manusia akan terus berubah sesuai dengan usia dan kondisinya.
Cara Mengembalikan Jam Tidur Bayi
Meski hanya berlangsung dalam beberapa hari, penting bagi Anda untuk membantu bayi mengatasi regresi tidur. “Berurusan dengan regresi tidur bisa sangat sulit dan melelahkan, sehingga orang tua harus bersabar dengan diri mereka sendiri,” jelas dr. Mysore.
Agar jam tidur bayi bisa kembali normal—setidaknya pada malam hari—Anda dapat membiarkan si kecil untuk bergerak aktif pada siang hari atau memberikan jam tidur siang yang lebih sedikit. Hal itu akan membuat bayi lelah hingga akhirnya bisa tidur lelap pada malam hari. Selain itu, segera letakkan bayi di tempat tidurnya saat ia mengantuk dan batasi paparan layar gadget yang dapat merusak jam tidurnya.
