Kumparan Logo

Apakah ASI Bisa Basi? Begini Kata Ahli

kumparanMOMverified-green

google
Tambah ke Prefensi Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi menyusui bayi Foto: Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi menyusui bayi Foto: Shutterstock

ASI merupakan minuman sekaligus makanan terbaik untuk bayi. Kandungan nutrisi ASI paling sesuai dengan kebutuhan bayi, sehingga WHO dan Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) menganjurkan bayi diberi ASI dan hanya ASI saja sejak lahir hingga usia 6 bulan.

Tapi kalau berbagai jenis makanan dan minuman bisa basi, bagaimana dengan ASI? Misalnya kalau ibu habis berpergian keluar rumah seharian atau terpapar matahari? Atau bila Ibu tengah sakit? Apakah ASI bisa basi?

Daripada salah paham, lebih baik simak penjelasan dari orang yang memang mengerti betul mengenai laktasi, Moms.

Wakil Ketua Asosiasi Ibu Menyusui Indonesia (AIMI) Farahdibha Tenrilemba, menegaskan pada kumparanMOM, "ASI di dalam payudara ibu tidak akan basi!"

"Payudara ibu mampu menjaga kualitas ASI seberapa lamapun ibu berada di luar rumah atau jauh dari bayinya," ujarnya.

Namun tidak demikian dengan ASI perah.

Ilustrasi memerah ASI dengan pompa payudara Foto: Thinkstock

Farahdibha menjelaskan, sama dengan makanan atau minuman segar lainnya, bila cara penyimpanan ASI Perah tidak tepat dapat, maka ASI Perah bisa saja terkontaminasi bakteri atau jamur. Karena itu, bila ingin memberi ASI Perah (ASIP) pada bayi, ibu perlu mengetahui cara penyimpanan yang benar.

Berikut panduan yang diberikan Farahdibha:

Ilustrasi ASI perah Foto: Thinkstock
  1. ASIP yang baru diperah bisa bertahan hingga 4 jam di suhu ruang. Kalau ingin menyimpannya lebih dari 4 jam, masukkanlah ASIP ke dalam kulkas.

  2. Jika dibiarkan disimpan lebih dari 4 jam di suhu ruang, ASIP bisa terkonteminasi bakteri dan membuatnya basi. Untuk mengetahui apakah ASIP basi atau tidak, Anda bisa mencium dan mencicipi rasa ASIP.

  3. Ingat selalu, rasa, bau dan warna ASI setiap ibu itu berbeda-beda. Bahkan, ASI rasa, bau dan warna dari satu payudara pun memiliki variasi di tiap waktunya, tergantung dari makanan yang ibu konsumsi.

    Karena perbedaan rasa, bau dan warna inilah Anda tidak dapat membandingkan kondisi ASIP Anda dengan ASIP orang lain. Begitupun, ciri-ciri ASIP yang sudah terkontaminasi bakteri atau jamur, tidak sama dengan ciri-ciri makanan atau minuman lain yang sudah basi.

Simpan asi perah dengan baik dan benar (Foto: thinkstock)

Jadi bagaimana cara mengujinya?

Cobalah cium dan cicipi sedikit rasa ASI Anda sebelum Anda menyimpannya atau tepat setelah diperah dari payudara. Ulangi cium dan cicipi lagi setelah beberapa jam ke depan Anda meninggalkannya di suhu ruangan. Bila bau dan rasanya berbeda, kemungkinan ASIP telah terkontaminasi jamur atau bakteri.

Jangan lupa, susui bayi secara langsung setiap ada kesempatan. Karena seperti yang ditegaskan oleh Farahdibha, "ASI dalam payudara ibu adalah yang terbaik untuk bayi dan tidak akan pernah basi!"

kumparan post embed