Mom
·
27 Januari 2021 16:00

Asam Folat untuk Ibu Hamil, Berapa Banyak yang Harus Dikonsumsi Setiap Hari?

Konten ini diproduksi oleh kumparan
Asam Folat untuk Ibu Hamil, Berapa Banyak yang Harus Dikonsumsi Setiap Hari? (48241)
Ilustrasi ibu hamil. Foto: Shutterstock
Ibu hamil tentu sudah akrab dengan anjuran mengonsumsi asam folat setiap hari. Namun sebenarnya apa saja manfaat asam folat untuk ibu hamil dan seberapa banyak yang harus dikonsumsi?
ADVERTISEMENT
Asam folat yang merupakan bentuk sintetis dari vitamin B9 yang digunakan oleh tubuh untuk membuat sel baru dan memproduksi DNA. Oleh karena itu mengonsumsi asam folat sebelum dan selama kehamilan sangat penting demi kelancaran perkembangan janin. Bahkan asam folat diperlukan untuk pertumbuhan dan perkembangan normal sepanjang hidup, lho Moms.
Penelitian menunjukkan bahwa mengonsumsi asam folat sebelum hamil dapat membantu mencegah cacat lahir termasuk cacat tabung saraf yang serius seperti spina bifida, encephalocele, dan anencephaly.
Lalu, seberapa banyak asam folat untuk ibu hamil harus dikonsumsi setiap hari?

Kebutuhan Asam Folat untuk Ibu Hamil

Asam Folat untuk Ibu Hamil, Berapa Banyak yang Harus Dikonsumsi Setiap Hari? (48242)
Ilustrasi Kebutuhan Asam Folat untuk Ibu Hamil Foto: Shutterstock
Menurut The American College of Obstetricians and Gynecologists, semua wanita hamil harus mengonsumsi setidaknya 600 mikrogram (mcg) asam folat setiap hari. Kebanyakan vitamin prenatal yang beredar di pasaran sudah memenuhi jumlah asam folat ini.
ADVERTISEMENT
Untuk memastikan kecukupan asam folat dalam tubuh, Centers for Desease Control and Prevention (CDC) merekomendasikan wanita yang berencana untuk hamil atau yang berusia subur mengonsumsi 400 mcg asam folat setiap hari.
Asam Folat untuk Ibu Hamil, Berapa Banyak yang Harus Dikonsumsi Setiap Hari? (48243)
Ilustrasi ibu hamil minum obat atau vitamin. Foto: Shutterstock
Sedangkan ibu yang pernah melahirkan anak dengan kelainan tabung saraf memerlukan dosis asam folat yang lebih tinggi pada bulan-bulan menjelang kehamilan berikutnya, dan selama beberapa bulan pertama kehamilan.
CDC juga menyebut sejumlah ibu berikut ini memerlukan dosis asam folat lebih tinggi. Yakni ibu yang menderita penyakit ginjal dan sedang menjalani cuci darah, menderita penyakit sel sabit, memiliki penyakit hati minum lebih dari satu minuman beralkohol setiap hari, minum obat untuk mengobati epilepsi, diabetes tipe 2, lupus, psoriasis, rheumatoid arthritis, asma, atau penyakit radang usus.
ADVERTISEMENT
Jadi agar kehamilan berjalan lancar dan tumbuh kembang bayi di dalam kandungan optimal, jangan lupa penuhi kebutuhan asam folat harian Anda ya, Moms.
Bila khawatir tidak bisa mendapatkan asam folat yang cukup dari makanan saja, konsumsi lah suplemen yang mengandung asam folat. Namun perlu dicatat, Anda sebaiknya tidak mengonsumsi asam folat lebih dari 1.000 mcg (1 mg) dari vitamin, makanan terfortifikasi, atau kombinasi keduanya. Sebab kebanyakan asam folat juga berdampak buruk bagi kesehatan ibu hamil dan janin. Beberapa dampak yang sering muncul adalah mual, ruam merah pada kulit, insomnia, gangguan kejang, hingga autisme pada janin.