Kumparan Logo

Asesmen Nasional Tahun 2021 Diundur, Ini yang Perlu Orang Tua Pahami

kumparanMOMverified-green

comment
1
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Mendikbud Nadiem Makarim bicara soal asesmen nasional. Foto: Puspa Perwitasari/ANTARA FOTO
zoom-in-whitePerbesar
Mendikbud Nadiem Makarim bicara soal asesmen nasional. Foto: Puspa Perwitasari/ANTARA FOTO

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan ( Kemendikbud) kini tengah gencar menyosialisasikan Asesmen Nasional sebagai pengganti Ujian Nasional (UN) pada 2021. Ya Moms, mulai tahun ini, UN tidak ada lagi, sehingga Anda perlu tahu pasti penggantinya.

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud), Nadiem Makarim mengatakan perubahan mendasar pada Asesmen Nasional adalah tidak lagi mengevaluasi capaian peserta didik secara individu, akan tetapi mengevaluasi dan memetakan sistem pendidikan berupa input, proses, dan hasil.

Asesmen Nasional untuk pemetaan mutu pendidikan pada seluruh sekolah tahun ini, ditunda pelaksanaannya hingga September dan Oktober 2021. Nadiem mengatakan, Asesmen Nasional diundur untuk memastikan persiapan dari protokol kesehatan hingga infrastruktur lebih optimal.

"Karena ada situasi pandemi yang relatif meningkat, kami memutuskan menunda pelaksanaan Asesmen Nasional dengan jadwal baru September dan Oktober 2021. Alasannya adalah untuk memastikan persiapan kita dari protokol kesehatan, logistik dan infrastruktur lebih optimal untuk memastikan protokol kesehatan terjaga dan keamanan siswa terjaga," kata Nadiem, Rabu (20/1).

Mempersiapkan Protokol Kesehatan Sebelum Asesmen Nasional Dimulai

ilustrasi anak sekolah Foto: Shutterstock

Nadiem mengungkapkan, sebetulnya persiapan Asesmen Nasional sudah siap. Namun, protokol kesehatan di masa pandemi penting untuk diikuti dan harus dipersiapkan dengan matang agar Asesmen Nasional dapat berjalan dengan lancar.

"Secara logistik hampir sama seperti UN pelaksanaannya dan pengembangan teknisnya dilakukan oleh pakar nasional dan internasional. Tapi kami memutuskan menunda untuk memastikan protokol kesehatan terjaga dan persiapan cukup untuk melaksanakan itu," tuturnya.

Lebih lanjut, Nadiem kembali menegaskan Asesmen Nasional bukan untuk mengevaluasi individu siswa dan tidak akan digunakan untuk syarat Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB). Nadiem menegaskan bahwa Asesmen Nasional merupakan sebuah evaluasi kegiatan belajar mengajar di sekolah.

"Potret dan kinerja sekolah dari hasil asesmen nasional kemudian jadi cermin untuk kita bersama untuk kemudian refleksi, mempercepat perbaikan mutu pendidikan di indonesia," jelas Nadiem Makarim dalam video singkat di Instagram resmi Kemendikbud.

"Asesmen Nasional sama sekali tidak sama dengan UN dari sisi fungsi dan substansinya, dan hasil yang diharapkan Asesmen Nasional bukan evaluasi individu siswa dan tidak menambah beban siswa di kelas-kelas tersebut, dan tidak digunakan untuk PBDB dan evaluasi ini adalah berorientasi kepada perbaikan," tegasnya.

"Ini informasi bagi kepala sekolah dan guru di mana saja. Ini pemetaan potret, bukan asesmen yang menghakimi tetapi memberikan informasi agar sekolah itu membantu mengubah dirinya," lanjutnya.

Sejumlah siswa mengikuti Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) tatap muka di SD Negeri 26 Sukajadi, Banyuasin, Sumatera Selatan, Senin (7/9). Foto: Nova Wahyudi/ANTARA FOTO

Dalam Asesmen Nasional, kata Nadiem, tidak hanya menilai literasi dan numerasi siswa, tetapi juga menilai karakter siswa dan nilai-nilai Pancasila yang diterapkan di sekolah.

"Jadi sangat holistik. Yang penting walau dengan PJJ ini tingkat literasi dan numerasi menurun karena dampak dari PJJ, tapi sangat penting mendapatkan potret dari survei karakter dan lingkungan belajar untuk mengetahui pemetaan nilai-nilai Pancasila di sekolah-sekolah se-Nusantara," ujarnya.

Asesmen Nasional untuk Bantu Sekolah yang Tertinggal

Selain itu, Moms, dengan Asesmen Nasional ini, Kemendikbud ingin mengetahui mana sekolah yang paling tertinggal. Sehingga Kemendikbud dapat memetakan strategi dan anggaran untuk membantu sekolah-sekolah tersebut.

"Ini alasan terpenting harus ada baseline Asesmen Nasional di 2021, dan kita bisa melihat perbandingannya di 2022 apakah ada peningkatan atau stagnan. Tapi concern kami untuk mengetahui mana sekolah-sekolah, daerah-daerah yang paling butuh bantuan dari pemda, pemerintah pusat dari sisi anggaran, pelatihan dan dukungan yang dibutuhkan dan kita akan mengetahui itu dengan adanya Asesmen Nasional," pungkasnya.

Asesmen Nasional adalah pemetaan mutu pendidikan pada seluruh sekolah, madrasah dan program kesetaraan jenjang dasar dan menengah. Ada tiga komponen dalam Asesmen Nasional yaitu Asesmen Kompetensi Minimum (AKM) Literasi dan Numerasi, Survei Karakter, dan Survei Lingkungan.

Semoga saja, adanya asesmen nasional ini bisa membuat sistem pendidikan kita lebih baik lagi.

kumparan post embed