Aturan Pakai Nebulizer untuk Anak Asma di Rumah Selama Pandemi Corona

Keputusan untuk tetap #dirumahaja selama pandemi virus corona, akan menjaga anak dan anggota keluarga lainnya dari ancaman terpapar virus ini. Tapi bukan perkara mudah pula saat merawat anak asma di tengah masa pandemi. Sebab jika si kecil sudah mulai kambuh, kita tidak bisa langsung membawanya ke rumah sakit bila gejalanya tergolong tidak darurat.
Sebelumnya, orang tua diminta untuk memberikan pertolongan pertama dengan obat pereda gejala dan obat pengendali, menggunakan inhaler semprot atau bisa juga dengan nebulizer di rumah, Moms.
Bila sebelum COVID-19 muncul, pemakaian nebulizer biasa saja, namun sekarang Anda mesti berhati-hati dalam pemakaiannya. Sebab menurut Dokter Spesialis Anak, dr. Darmawan Budi Setyanto, Sp.A(K), pemakaian nebulizer di era pandemi virus corona juga perlu perhatian khusus, karena cara kerja alat tersebut mengubah obat dalam bentuk aerosol, yang berpotensi menyebarkan virus bila si kecil adalah salah satu pasien PDP atau ODP.
"Penggunaannya ini harus sangat hati-hati dan perlu kendali yang ketat. Di rumah sakit saja, penggunaan nebulizer pada pasien PDP dan positif sangat berbahaya. Sebab aerosol-nya berpotensi menyebarkan virus. Kalau di rumah, anak memerlukan nebulisasi diusahakan dilakukan di tempat terbuka, bukan di dalam ruangan," kata dr. Darmawan dalam siaran langsung Instagram TV Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), beberapa waktu lalu.
Ia pun menyarankan, agar orang tua membawa alat nebulizer tersebut ke luar ruangan bila ingin memberikan obat kepada anak yang asma. Misalnya di teras atau halaman rumah yang udaranya terbuka.
"Setelah mesin sudah menyala, usahakan yang lain (orang tua) menjaga jarak, sampai prosedurnya selesai. Setelah itu, harus segera mencuci tangan. Nah nebulizer ini dipakai hanya jika gejala asmanya sering timbul saja. Kalau jarang, tidak perlu digunakan," kata dokter yang juga Konsultan Respirologi Anak yang berpraktek di Rumah Sakit Hermina, Bekasi, Jawa Barat ini.
dr. Darmawan juga mengatakan di masa pandemi seperti sekarang ini, orang tua harus menjaga anaknya yang mengidap penyakit asma dari pencetus asma semaksimal mungkin. Mulai dari debu, tungau debu, asap rokok, bulu hewan peliharaan, dan lain sebagainya. Tapi jika sudah melakukan pencegahan namun serangannya timbul terus-menerus, sebaiknya segera dibawa ke IGD, Moms.
"Jadi kalau gejalanya atau serangannya ringan, bisa dilakukan (pemberian obat) di rumah. Tapi kalau sudah diuap lebih dari 3 kali berarti harus dibawa ke IGD ya," tutupnya.
***
Simak panduan lengkap corona di Pusat Informasi Corona. Yuk, bantu donasi atasi dampak corona!
