Kumparan Logo

Bahasa Inggris Akan Jadi Pelajaran Wajib Sejak Kelas 3 SD, Guru Sedang Disiapkan

kumparanMOMverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Mendikdasmen, Abdul Mu'ti saat jumpa pers usai  agenda peluncuran Buku Panduan dan Bahan Ajar Pendidikan Antikorupsi di Kantor Kemendagri, Jakarta Pusat, Senin (11/5/2026). Foto: Ryan Iqbal/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Mendikdasmen, Abdul Mu'ti saat jumpa pers usai agenda peluncuran Buku Panduan dan Bahan Ajar Pendidikan Antikorupsi di Kantor Kemendagri, Jakarta Pusat, Senin (11/5/2026). Foto: Ryan Iqbal/kumparan

Moms, Bahasa Inggris memang sudah sering diajarkan di tingkat SD, namun selama ini belum jadi mata pelajaran wajib. Mendikdasmen Abdul Mu'ti mengatakan, Bahasa Inggris baru akan menjadi mata pelajaran wajib pada 2027 mendatang.

Kebijakan ini tertuang dalam Permendikdasmen nomor 13 tahun 2025.

“Mulai 2027 Bahasa Inggris menjadi mata pelajaran wajib mulai kelas 3 SD,” kata Mendikdasmen Abdul Mu'ti saat meresmikan Program Revitalisasi Pendidikan di Sekolah Menengah Kejujuran Negeri (SMKN) 1 Sikur di Lombok Timur, Minggu (17/5) dikutip dari Antara.

Kemendikdasmen saat ini tengah mempersiapkan berbagai aspek pendukung agar kebijakan tersebut dapat berjalan dengan baik. Salah satu langkah utama yang dilakukan adalah menyelenggarakan pelatihan Bahasa Inggris bagi para guru SD.

“Sekarang sedang kami siapkan bagaimana agar program itu dapat berjalan melalui pelatihan para guru SD dalam mata pelajaran Bahasa Inggris,” kata Abdul Mu'ti.

Doorstop Mendikdasmen, Prof. Abdul Mu'ti, Wakil Ketua Komisi X DPR RI, Himmatul Aliyah dan Dirjen GTK, Nunuk Suryani setelah menghadiri Peluncuran Program Pelatihan Pendidikan Inklusif Tahun 2026 di SMP Negeri 16 Jakarta, Jakarta Selatan (20/4/2026). Foto: Kevin Daniel/kumparan

Ia mengatakan kebijakan tersebut merupakan bagian dari upaya Kemendikdasmen dalam meningkatkan mutu pendidikan dan membekali peserta didik dengan keterampilan abad ke-21 sejak usia dini.

"Dengan penguasaan Bahasa Inggris yang lebih awal, diharapkan siswa Indonesia mampu bersaing di kancah global," kata Mendikdasmen Abdul Mu'ti.

Ia menegaskan persiapan sumber daya manusia, khususnya guru, menjadi prioritas utama sebelum kebijakan ini diberlakukan secara nasional.

"Pelatihan akan diberikan secara bertahap kepada guru-guru SD di seluruh Indonesia," kata Mu'ti.

Ia menegaskan revitalisasi dan digitalisasi bukan tujuan akhir, melainkan upaya meningkatkan kualitas layanan pendidikan.

"Karena itu Kemendikdasmen juga fokus pada peningkatan kualifikasi dan kompetensi guru," tuturnya.