Kumparan Logo

Bahaya Anak Naik Lift dan Eskalator Tanpa Pengawasan, Simak Tips Aman Ini!

kumparanMOMverified-green

ยทwaktu baca 3 menit

comment
4
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi anak bermain tombol lift. Foto: NeoStudio1/Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi anak bermain tombol lift. Foto: NeoStudio1/Shutterstock

Orang tua perlu selalu mendampingi dan mengawasi anak-anaknya saat berada di tempat umum, seperti pusat perbelanjaan, mal, bandara atau stasiun, hingga rumah sakit. Bangunan-bangunan itu umumnya memiliki eskalator (tangga berjalan) maupun elevator (lift) untuk mempermudah serta mempercepat pengunjung menuju lokasi yang dituju.

Ya Moms, selain banyak kegunaannya, alat angkut ini juga begitu menarik perhatian anak-anak. Bahkan, mereka bisa menjadikannya seakan-akan tempat bermain. Seperti naik turun eskalator atau memencet tombol lift secara sembarangan. Kalau sudah begini, bisa jadi berbahaya bagi mereka dan orang lain, apalagi jika tidak diawasi oleh orang tua.

Bahaya Naik Eskalator untuk Anak-anak dan Tips Aman Menaikinya

Ilustrasi anak menaiki eskalator. Foto: Pan Xunbin/Shutterstock

Dokter Anak Vincent Iannelli, MD, seperti dikutip dari Very Well Family, mengungkapkan meskipun aman tetapi seseorang bisa berisiko terluka apabila kurang memperhatikan aspek keselamatan saat menaiki lift atau eskalator. Laporan Komisi Keamanan Produk Konsumen (CPSC) Amerika Serikat pada 2007, misalnya, menunjukkan 11 ribu orang mengalami cedera saat naik eskalator. Yang sebagian besar akibat terjatuh, dan sisanya kaki, tangan, hingga alas kaki terjepit.

"Meskipun aman, laporan cedera yang ada setidaknya membuat Anda perlu berpikir dua kali dan memikirkan keselamatan anak sebelum membiarkannya naik lift atau eskalator," kata dr. Iannelli.

Maka dari itu, disarankan orang tua untuk memperhatikan hal-hal berikut sebelum mengajaknya menaiki eskalator:

Ilustrasi anak menaiki eskalator. Foto: Asada Nami/Shutterstock
  1. Pastikan tali sepatu anak terikat kencang sebelum menaiki eskalator

  2. Berdiri di bagian tengah dan menghadap ke depan, pegang tangan orang tua lalu turun bersama di ujung

  3. Peringatkan agar jangan duduk-duduk atau bermain di eskalator untuk terhindar dari risiko terjepit

  4. Jangan biarkan anak-anak berjalan atau berlari 'sebaliknya, misal eskalator naik dia justru turun, atau menuruni eskalator yang posisinya naik

  5. Bisa jadi suka luput dari pandangan, tetapi orang tua bisa mencari tahu di mana letak tombol pemutus darurat. Sehingga, Anda bisa mematikan eskalator jika seseorang terjepit

  6. Jika anak tidak mau turun dari stroller, lebih baik naik lift.

Bahaya Naik Lift untuk Anak-anak dan Tips Aman Menaikinya

Jangan anggap enteng, karena lift juga sama berbahayanya, Moms. Masih dalam data CPSC, rata-rata sekitar 6 orang meninggal dunia setiap tahunnya di dalam atau sekitar lift, termasuk anak-anak jadi korbannya. Studi yang dilakukan pada 2007 menemukan sekitar 2.000 anak setiap tahun mengalami luka, seperti tangan atau jari terjepit saat pintu lift menutup.

Dan kasus yang paling serius dan bisa mengancam nyawa adalah ketika terjatuh ke dalam lubang lift yang kosong, lift runtuh, atau lift dengan kondisi tiba-tiba macet.

Ilustrasi anak bermain tombol lift. Foto: Maria Sbytova/Shutterstock

Agar si kecil tetap aman menaiki lift, ini beberapa hal yang bisa dilakukan orang tua:

  1. Selalu perhatikan anak-anak, terutama yang masih berusia lebih kecil, saat masuk dan keluar lift

  2. Ajari anak-anak agar tidak mencoba menghentikan pintu lift dengan tangan atau lengan mereka

  3. Anak tidak boleh meletakkan kaki di dekat area pintu lift

  4. Apabila mesin lift tiba-tiba macet, mintalah jangan panik dan tetap berada di dalam sambil orang dewasa mencari bantuan

  5. Bagi anak yang sudah lebih besar, mintalah dia untuk membawa handphone jika ingin menaiki lift sendirian. Sehingga, apabila terjadi kejadian tak diinginkan, ia bisa menghubungi orang tuanya

Bagi pemilik dan pengelola gedung juga diharapkan selalu memperhatikan kondisi lift maupun eskalator dengan rutin melakukan kontrol. Selain itu, jangan meletakkan barang-barang di sekitar lift dan eskalator, yang justru dapat menarik perhatian anak-anak.

kumparan post embed