Bahaya Jika Bayi Tidur Tengkurap Terlalu Lama
ยทwaktu baca 2 menit

Beberapa ibu mungkin suka memeluk bayi sambil menidurkannya tengkurap di dadanya. Bila bayi sudah bisa berguling sendiri, saat tidur, ia juga bisa saja mengubah posisinya dari telentang jadi tengkurap.
Meski tidak ada aturan pakem terkait usia untuk bayi boleh tidur tengkurap, American Academy of Pediatrics (AAP) merekomendasikan orang tua untuk membalikkan bayi ke posisi telentang sebelum si kecil berusia 12 bulan. Sementara untuk bayi prematur, dapat disesuaikan dengan usia koreksinya.
Namun, jika bayi masih terlalu kecil, jangan pernah membiarkan bayi tidur tengkurap terlalu lama. Ada beberapa bahaya yang mengintai bila bayi tidur dengan posisi itu, Moms.
Bayi Tidur Tengkurap Terlalu Lama, Apa Bahayanya?
1. Sindrom Kematian Mendadak
Bayi berusia di bawah 6 bulan yang tidur dengan posisi tengkurap rentan mengalami sindrom kematian bayi mendadak atau sudden infant death syndrome (SIDS). Menurut Institut Kesehatan Nasional Amerika Serikat, sudah banyak negara yang mengkampanyekan gerakan untuk orang tua agar mereka menidurkan bayi dengan posisi telentang untuk menurunkan kasus SIDS.
2. Mati Lemas
Tidur dengan posisi tengkurap terlalu lama dapat mengganggu sirkulasi pernapasan bayi yang berisiko membuat bayi mati lemas. Pada usia 12 minggu, beberapa bayi mungkin sudah bisa berguling dan mengubah posisi tidurnya menjadi tengkurap. Untuk itu, orang tua perlu mengawasi dan segera membalikkan tubuhnya kembali ke posisi telentang.
3. Menghalangi Oksigen
Saat bayi tidur dalam posisi tengkurap, wajahnya akan menghadap ke kasur. Hal itu membuat bayi menghirup udara yang terperangkap di kasur yang minim oksigen. Saat bangun, beberapa bayi mungkin akan lambat dalam merespons oksigen kembali dan berisiko menyebabkan si kecil kehilangan kesadaran.
4. Kepanasan
Posisi bayi tidur tengkurap cenderung membuat bayi kepanasan atau kegerahan. Pasalnya, posisi tersebut dapat menghambat kemampuan tubuh si kecil untuk melepaskan panas dan mengatur suhu tubuhnya.
