Kumparan Logo

Banyak Makan tapi Anak Susah Gemuk? Ahli Gizi Ungkap Kemungkinan Penyebabnya

kumparanMOMverified-green

·waktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi Anak Makan Sayur. Foto: Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Anak Makan Sayur. Foto: Shutterstock

Sebagian orang tua mungkin pernah merasa bingung karena anak terlihat lahap makan, tetapi berat badannya tak kunjung naik. Kondisi ini sering kali membuat orang tua khawatir dan menganggap anak kurang gizi.

Namun, menurut nutritionist Inne Herayani, ukuran kesehatan anak tidak bisa hanya dilihat dari tubuhnya yang gemuk atau kurus.

"Jadi yang menjadi indikator baik atau buruknya bukan dari gemuk atau tidak nya yah, tapi dari berat badan yang sesuai dengan tinggi badan dan usia,” ucapnya dalam acara Hari Anak Nasional 2026 Celebration di Nestlé Gallery, Karawang Factory, Sabtu (1/8).

Ilustrasi Anak Mau Makan Sayur Foto: wutzkohphoto/Shutterstock

Lantas, apa yang membuat anak sudah makan banyak tetapi tetap sulit gemuk?

3 Alasan Anak Susah Gemuk Meski Sudah Makan Banyak

1. Penyerapan zat gizi belum optimal

Salah satu penyebabnya adalah proses penyerapan atau metabolisme zat gizi di dalam tubuh anak yang belum berjalan optimal. Akibatnya, makanan yang dikonsumsi tidak seluruhnya dapat dimanfaatkan tubuh.

Inne mencontohkan, anak mungkin sudah rutin mengonsumsi makanan atau minuman yang mengandung kalsium. Namun, jika asupan vitamin D kurang, penyerapan kalsium pun tidak akan maksimal.

Nutritionist Inne Herayani dalam acara Hari Anak Nasional 2026 Celebration di Nestle Gallery, Karawang Factory, Sabtu (1/8/2026). Foto: Eka Nurjanah/kumparan

“Jadi misalnya dikasih kalsium, tapi vitamin D-nya enggak. Berarti kalsiumnya kurang terserap secara optimal,” ujarnya.

Oleh karena itu, orang tua perlu memastikan anak mendapatkan asupan gizi yang seimbang, bukan hanya fokus pada satu jenis nutrisi saja.

2. Aktivitas fisik yang tinggi

Faktor lain yang membuat anak sulit gemuk adalah aktivitas fisik yang sangat padat. Anak yang aktif berlari, bermain, mengikuti kegiatan sekolah, hingga les setelah pulang sekolah akan membakar lebih banyak kalori setiap harinya. Jika jumlah kalori yang terbakar lebih besar atau sebanding dengan yang dikonsumsi, berat badan anak bisa saja sulit bertambah.

"Aktivitasnya tinggi, berarti pembakaran kalorinya juga lebih banyak,” ujar Inne.

3. Faktor genetik

Ilustrasi makan bareng keluarga Foto: dok.shutterstock

Selain pola makan dan aktivitas, faktor keturunan juga berperan terhadap bentuk tubuh anak. Jika orang tua memiliki postur tubuh cenderung ramping meski makan dalam jumlah banyak, kondisi serupa juga bisa terjadi pada anak.

Gemuk bukan satu-satunya tanda anak sehat

Inne mengingatkan, orang tua sebaiknya tidak menjadikan tubuh gemuk sebagai target utama. Yang lebih penting adalah memastikan pertumbuhan anak sesuai dengan kurva pertumbuhan berdasarkan usia dan tinggi badannya.

Sehingga, berat badan anak perlu dipantau secara rutin dan dinilai bersama tinggi badan serta usianya. Dengan begitu, orang tua dapat mengetahui apakah pertumbuhan anak sudah sesuai, tanpa hanya berpatokan pada penampilan fisiknya.

kumparan post embed