Bayi Dian Pelangi Belajar Berjalan di Usia 10 Bulan, Normalkah?
·waktu baca 3 menit

Senangnya melihat bayi belajar berjalan. Bisa jadi, ini merupakan salah satu tonggak perkembangan bayi yang paling dinantikan oleh kebanyakan orang tua. Tidak hanya gemas, bangga sekali melihatnya! Inilah yang belum lama ini juga dialami oleh Dian Pelangi.
Ya Moms, figur publik sekaligus desainer ternama ini sangat bangga bisa melihat anak pertamanya, Rumi, sudah mulai belajar berjalan.
Di usia 10 bulan tepat Rumi mencoba menampakkan kaki atau langkah pertamanya untuk berjalan.
"Today marks Ru’s first tiny steps! Alhamdulillah #Rumi10Months doain Rumi makin lancar jalan nya yaa onty onkel," tulis Dian Pelangi dalam keterangan di salah satu unggahan di akun Instragam pribadinya beberapa waktu lalu.
Bicara soal bayi belajar berjalan, sebenarnya kapan usia tepat si kecil sudah mulai bisa melakukan hal itu, ya?
Apakah normal bila bayi baru belajar berjalan di usia 10 bulan seperti anak Dian Pelangi?
Penjelasan soal Usia Tepat Bayi Belajar Berjalan
Moms, soal kapan bayi mulai bisa berjalan, jawabannya berbeda-beda pada setiap anak. Namun, umumnya anak mulai bisa berjalan sambil berpegangan di usia 8 bulan. Sebab di usia ini umumnya kedua kaki bayi sudah cukup kuat menopang tubuhnya untuk berdiri dan berjalan meski masih tertatih.
Tapi tak perlu khawatis bila di usia 8 bulan, si kecil belum bisa berjalan sambil berpegangan. Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya bahwa setiap bayi mempunyai perkembangan yang berbeda-beda. Beberapa bayi ada yang bisa berjalan lebih cepat dibandingkan bayi lainnya, sementara sebagian lain bisa jadi lebih lambat. Ini pun dapat dikatakan normal sehingga Anda tak perlu cemas berlebihan.
Yang Perlu Diperhatikan Bila Bayi Belum Bisa Berjalan
Meski begitu, Anda perlu memastikan perkembangan yang dilalui si kecil sudah sesuai dengan tahapannya. Ya, misalnya sebelum anak belajar berjalan, sebaiknya Anda memastikan terlebih dahulu si kecil telah melewati tahap perkembangan seperti mengangkat kepala, berguling, dan merangkak.
Fase bayi merangkak memang perlu dioptimalkan, mengingat sangat penting untuk menyokong anak di tahap perkembangan berikutnya, yaitu berjalan dan melakukan aktivitas fisik lainnya. Body-Mind Centering melansir, ada beberapa tahap perkembangan yang akan dilalui si kecil hingga akhirnya si kecil belajar berjalan.
Setelah lancar merangkak, bayi mulai bisa mengangkat dirinya menggunakan bantuan barang-barang di sekitarnya. Mulai dari menggunakan satu tangan, lalu kedua tangannya. Pada tahap ini, si kecil sudah mulai menyiapkan fase berikutnya yakni posisi berdiri.
Setelah bisa berdiri, si kecil akan melewati fase kesulitan untuk duduk kembali. Pada tahap ini, Anda bisa mengajari anak caranya duduk perlahan dari posisi berdiri.
Kemudian, saat sudah mulai lancar berdiri, bayi mulai memasuki tahap berikutnya yakni belajar berjalan. Di awal tahap perkembangan ini, ia akan belajar berjalan menggunakan bantuan, seperti merambat di tembok atau barang-barang di sekitarnya. Untuk menunjang fase ini, pastikan tidak ada barang-barang di sekitarnya yang berpotensi membahayakan si kecil.
Anda bisa membantu bayi agar lancar berjalan dengan meletakkan benda-benda favoritnya untuk diraih. Selain itu, Anda bisa membantu memegang kedua tangannya saat si kecil mulai melangkahkan kakinya.
Nah, setelah sering berlatih, bayi biasanya mulai bisa berjalan sendiri di usia 9-12 bulan. Namun, sekali lagi, usia setiap anak belajar berjalan pastinya berbeda-beda. Pastikan saja, si kecil telah melewati semua tahap perkembangan di atas.
