Bayi Masuk IGD karena Alergi Biskuit, Kok Bisa?
·waktu baca 2 menit

Ibu dengan akun TikTok @ami_phiong membagikan video bayinya yang berusia 8 bulan masuk IGD usai makan 1 keping biskuit kemasan. Setelah makan dalam hitungan menit, tiba-tiba ia menangis, rewel, dan coba tenangin.
Awalnya sang ibu mengira anaknya ngantuk, tapi perlahan ada perubahan di area mata yang mulai membengkak. Sang ibu pun memutuskan untuk membawa anaknya ke IGD. Ternyata, si kecil terkena alergi.
Kenapa Anak Bisa Alergi setelah Makan Biskuit?
Menanggapi kejadian ini, Dokter Spesialis Anak, dr. Aisya Fikritama, Sp.A, menjelaskan bahwa biskuit bisa menjadi pencetus alergi anak. Reaksi ini dapat berupa:
-Bentol atau ruam
-Bengkak di area mata, bibir, atau wajah
-Muntah
-Bahkan sesak napas
“Pada biskuit kemasan, biasanya ada bahan yang sering jadi pemicu alergi yang disebut juga food allergen,” ujar dr. Aisya kepada kumparanMOM, Kamis (4/9).
Beberapa bahan tersebut antara lain:
-Susu sapi dan turunannya, seperti susu bubuk, whey, kasein
-Telur
-Kacang-kacangan: termasuk kacang tanah dan kacang pohon seperti almond dan hazelnut
-Kedelai
-Gandum atau gluten
“Pengawet, pewarna, atau perisa tertentu juga bisa memicu reaksi pada sebagian anak sensitif. Jadi meski hanya makan biskuit, kalau ada kandungan yang anak alergi, reaksinya bisa langsung muncul,” ucapnya.
Tips Aman Memberi Makanan Kemasan untuk Anak
Untuk menghindari kejadian serupa, orang tua dianjurkan lebih teliti dalam membaca label makanan kemasan. Beberapa hal penting yang perlu diperhatikan:
1. Periksa bagian "contains" atau "may contain"
Misalnya: contains milk, egg, soy, wheat.
2. Kenali istilah tersembunyi dari alergen umum
-Susu: skim milk powder, whey, casein, lactose
-Telur: albumin, egg powder
-Kacang: peanut oil, nut paste
3. Cari peringatan alergi (allergen warning) di kemasan
“Untuk anak yang sudah pernah alergi, jangan coba-coba kasih makanan baru tanpa cek label atau konsultasi dulu,” tegas dr. Aisya.
