Bayi Meninggal Tertimpa Ibu saat Disusui, Bagaimana Idealnya Menyusui di Mobil?
·waktu baca 3 menit

Nasib malang menimpa seorang bayi di Makassar. Bayi tersebut meninggal setelah disusui oleh ibunya, Dewi Sartika (37), di dalam mobil pada Rabu (15/2). Dugaan sementara dari penyebab kematiannya adalah tertindih tubuh ibunya atau tertutup saluran napasnya karena sang ibu tertidur saat menyusui.
Kejadian tersebut bermula ketika Dewi dan bayinya berada di dalam mobil milik suaminya. Suaminya kala itu sedang menunggu orderan ojek online di warung dekat mobil itu. Mereka sedang mengungsi dari banjir yang menerjang Kota Makassar.
Saat itu, mobil dalam kondisi mesin dan AC menyala serta seluruh kaca tertutup, tapi mobil tidak bergerak. Sementara Dewi tertidur saat sedang menyusui bayinya.
Dua jam berselang, sang ayah mengecek kondisi istri dan anaknya tersebut. Ia kaget saat melihat wajah bayinya tampak pucat, mata tertutup, dan jari tangan membiru. Dewi yang tertidur pun dibangunkan.
Sang ayah langsung membawa si bayi keluar untuk mencari pertolongan. Nahas, nyawa bayi malang tersebut tak bisa diselamatkan. Dewi hanya menangis dan tak bisa berkata-kata saat melihat kondisi anaknya tersebut.
Pihak kepolisan Panakkukang akan memintai keterangan dari Dewi dan suaminya serta melakukan pemeriksaan untuk memastikan penyebab kematian bayi tersebut.
Nah Moms, berkaca dari kasus tersebut, sebenarnya apakah menyusui bayi di dalam mobil dibolehkan? Simak kata ahli berikut ini.
Apa Kata Ahli soal Keamanan Menyusui di Mobil?
Menurut dokter spesialis anak sekaligus konsultan laktasi dr. Wiyarni Pambudi, SpA, IBCLC., sah-sah saja jika ibu ingin menyusui di dalam mobil. Namun, penting bagi ibu untuk memperhatikan posisi amannya.
“Agar bayi tetap dalam posisi yang aman, pastikan jalan napasnya bebas selama menyusu. Jika ibu sangat mengantuk dan ingin tidur setelah menyusui, cari bantuan supaya ada orang lain yang mengawasi dan mengamankan jalan napas bayi,” jelasnya saat dihubungi kumparanMOM, Kamis (16/2).
Menurutnya, ada dua posisi aman yang bisa dicoba ibu saat akan menyusui bayi di dalam mobil, yaitu sebagai berikut.
Posisikan tubuh duduk bersandar, punggung tertopang dengan baik, atau bisa juga posisi setengah rebahan. Setelah tubuh rileks, posisikan bayi di dada dan disangga dengan lengan. Jika ibu sebelumnya melakukan operasi caesar, tubuh bayi bisa diposisikan melintang agar tidak mengenai bekas luka operasi.
Duduk di jok dengan sandaran yang nyaman, lalu bayi ditopang di belakang punggung, bahu, dan pantatnya. Dekatkan bayi ke arah payudara dengan hidung bayi tepat di atas puting untuk mempermudah pelekatan. Jika memungkinkan, letakkan kaki di atas kursi kecil agar sudut pangkuan tetap rata.
Selain memperhatikan posisi ibu dan bayi, penting pula untuk memperhatikan kondisi di dalam mobil.
“Usahakan sikon (situasi dan kondisi) yang kondusif, suasana dalam mobil diatur nyaman, tidak gerah atau terlalu dingin, tidak pengap. Kalau sedang di perjalanan, mobil dikendarai stabil, pelan, dan tidak goncang berlebihan,” ungkap dr. Wiyarni.
Menurutnya, sebenarnya tidak ada posisi menyusui yang 100 persen aman karena semua bergantung pada kenyamanan ibu dan bayi. Oleh karena itu, penting bagi ibu untuk mempelajari dan mencoba beberapa posisi dan teknik menyusui untuk menentukan mana yang nyaman.
“Setiap ibu dan bayi akan menemukan posisi yang mereka sukai untuk menyusu, yang penting keduanya merasa nyaman. Termasuk saat ibu harus menyusui di dalam mobil atau di tempat yang tidak biasa,” pungkasnya.
