Bayi Pertama Kali Pilek, Apa yang Perlu Dilakukan?

4 Agustus 2022 10:09
·
waktu baca 2 menit
sosmed-whatsapp-whitecopy-link-circlemore-vertical
Ilustrasi bayi pilek. Foto: Shutter Stock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi bayi pilek. Foto: Shutter Stock
ADVERTISEMENT
Orang tua mungkin panik saat mendapati bayi sakit untuk pertama kalinya. Ya Moms, ada beberapa penyakit yang umum dialami anak, salah satunya adalah pilek. Rasanya ingin cepat-cepat membawa si kecil ke dokter untuk mengetahui kondisinya.
ADVERTISEMENT
Menurut dr. Dina Kulik, dokter anak di Toronto, pilek pada bayi umumnya disebabkan oleh paparan virus.
“Virus biasanya menyebar melalui droplet dan aerosol yang masuk ke hidung, mulut, dan mata,” jelasnya sebagaimana dikutip dari Today’s Parents.
Lantas, apa yang perlu dilakukan orang tua saat bayi pilek untuk pertama kalinya? Nah Moms, sebelum buru-buru membawa bayi ke dokter, berikut beberapa hal yang bisa dilakukan orang tua di rumah dalam merawat bayi yang pertama kali mengalami pilek.

Pertolongan Pertama pada Bayi yang Pertama Kali Pilek

Ilustrasi bayi rewel karena sakit. Foto: Shutter Stock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi bayi rewel karena sakit. Foto: Shutter Stock
1. Pastikan Pilek Tersebut Bukan Gejala Penyakit Lain
Pilek biasanya menjadi gejala dari penyakit tertentu, seperti influenza, infeksi saluran pernapasan, hingga COVID-19. Pilek biasanya membuat bayi lebih sering bersin dengan hidung mengeluarkan ingus atau lendir. Namun, jika muncul gejala lain, seperti batuk, demam, hingga nafsu makan menurun, sebaiknya segera periksakan si kecil ke dokter.
ADVERTISEMENT
2. Tinggikan Bantal Bayi
Bayi yang pertama kali pilek umumnya akan lebih sulit tidur. Untuk mengatasinya, Anda dapat membantunya dengan meninggikan bantalnya, Moms. Bantal yang lebih tinggi dapat membantu mencegah penyumbatan pada rongga hidungnya akibat lendir yang menumpuk.
Dr. Kulik menyarankan orang tua untuk meninggikan sedikit bantal bayi. “Ini akan mengangkat bagian atasnya, tetapi masih ada permukaan yang rata dan kokoh untuk bagian bawahnya,” ujar dr. Kulik.
Cukup tinggikan bantalnya 2 – 5 cm dari biasanya dan pastikan bayi tetap nyaman tidur telentang.
3. Jangan Tinggalkan Bayi Tidur Sendirian
Ilustrasi ibu menemani bayi tidur. Foto: Shutter Stock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi ibu menemani bayi tidur. Foto: Shutter Stock
Beberapa orang tua mungkin mencoba melatih bayi untuk tidur sendiri. Namun, saat bayi sakit, sebaiknya hentikan proses latihan itu sejenak. Temani bayi selama tidur agar Anda bisa langsung menyusui saat ia terbangun.
ADVERTISEMENT
“Bayi mungkin memiliki kebutuhan cairan yang berbeda, jadi saya sarankan untuk memprioritaskan pemulihannya dari penyakit,” jelas Azura Goodman, perawat dan konsultan laktasi di Hamilton, Ontario.
4. Selalu Periksa Suhu Tubuhnya
Saat bayi pertama kali pilek, selalu periksa suhu tubuhnya secara rutin untuk memastikan apakah ia demam atau tidak. Demam pada bayi ditandai dengan suhu tubuh lebih dari 38 derajat celsius. Jika suhu tubuhnya tak kunjung turun selama tiga hari, segera periksakan si kecil ke dokter.
Baca Lainnya
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020