kumparan
19 Mei 2019 11:37

Bayi Sedang Batuk, Bolehkah Diimunisasi?

Imunisasi bayi.
Imunisasi bayi. Foto: Shutterstock
Setiap bayi perlu diberi imunisasi secara lengkap dan teratur. Dengan imunisasi, si kecil bisa terlindung dari wabah penyakit yang bisa membuatnya sakit berat, cacat bahkan kematian.
ADVERTISEMENT
Saat si kecil hendak diimunisasi ada dua hal yang perlu Anda perhatikan, Moms. Pertama adalah keteraturan jadwalnya, yang bisa Anda ikuti berdasarkan rekomendasi yang dikeluarkan oleh Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI). Kedua adalah kondisi tubuhnya.
Apabila si kecil mengalami penurunan daya tahan tubuh, sebaiknya tunda dulu pemberian imunisasi. Tunda juga saat ia mengalami demam tinggi, yaitu ketika suhu tubuhnya mencapai 38,5 derajat celsius atau lebih. Tapi bagaimana dengan bayi yang sedang batuk?
Dr. dr. Soedjatmiko, SpA(K), Msi.
Dr. dr. Soedjatmiko, SpA(K), Msi. Foto: Fina Prichilia/kumparan
Menurut Prof. DR. dr. Soedjatmiko SpA, dokter spesialis anak sekaligus Sekretaris Satgas Imunisasi IDAI, bayi yang sedang batuk ringan tidak perlu menjadi alasan Anda menunda imunisasi, Moms. Sebab, imunisasi tidak akan memperparah batuk yang dialami bayi. Batuk juga tidak akan berpengaruh pada proses maupun manfaat imunisasi baginya.
ADVERTISEMENT
"Bayi yang sehat ceria walau sedang batuk pilek ringan tanpa demam misal karena iritasi atau alergi, atau diare ringan boleh diimunisasi, aman dan efektif," ujar Prof. DR. dr. Soedjatmiko, SpA (K), dalam keterangan tertulis yang diterima kumparanMOM beberapa waktu lalu.
Ilustrasi vaksin dan imunisasi.
Ilustrasi vaksin dan imunisasi. Foto: Shutterstock
Penundaan imunisasi pada bayi yang sedang batuk baru dilakukan apabila kondisinya disertainya demam tinggi atau menyebabkan si kecil sangat rewel karena sakitnya. Penundaan ini dapat dilakukan satu hingga dua minggu kemudian.
Jadi jangan takut lagi memberi si kecil imunisasi saat sedang batuk ya, Moms. Diimunisasi saat itu atau ditunda tergantung seberapa parah kondisi batuk bayi Anda. Namun, bila Anda masih ragu, segera konsultasikan pada dokter.
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan