Bayi Sering Nonton TV, Boleh Enggak Sih?

Sebagai orang tua, Anda tentu ingin menyediakan fasilitas yang dianggap bisa menunjang tumbuh kembang bayi. Beberapa orang tua, mungkin ada yang menyediakan saluran khusus di TV untuk disaksikan bayi.
Ya Moms, dilansir Parents, menurut sebuah laporan tahun 2006 oleh Kaiser Family Foundation, 74 persen anak di Amerika menonton televisi sebelum berusia 2 tahun.
Harus diakui ada banyak program yang berorientasi pada bayi dan bisa dengan mudah diakses oleh orang tua. Bahkan di Indonesia sendiri, banyak saluran TV kabel yang juga menyediakan acara yang diperuntukan bagi bayi. Selain dianggap bisa menunjang perkembangan si kecil, alasan orang tua membiarkan anak menonton televisi juga bisa membuatnya tenang.
Tapi sebenarnya, bolehkah membiarkan bayi menonton televisi?
Perhatikan Usia Bayi Sebelum Mengajaknya Nonton TV
Menurut Dimitri Christakis dari Children's Hospital di Seattle dan penulis The Elephant in the Living Room: Make Television Work for Your Kids, bayi sebaiknya tidak sering diajak nonton TV. Sebab, ia butuh belajar berinteraksi langsung dengan orang-orang di sekitarnya.
"Otak bayi baru lahir bisa tumbuh tiga kali lipat lebih cepat hingga ia usia 2 tahun. Dan pertumbuhan otak itu terjadi sebagai respons langsung terhadap rangsangan eksternal dalam konteks pengalaman dunia nyata," ujarnya.
Selain itu, para peneliti juga menemukan, bayi yang sering menonton televisi akan merespons lebih lambat dalam meniru sesuatu saat mereka menonton televisi. American Academy of Pediatrics pun merekomendasikan bahwa anak-anak di bawah usia dua tahun sebaiknya tidak menonton televisi karena berdampak negatif bagi psikologis dan fisik anak.
Ya Moms, kebanyakan orang tua tidak menyadari dampak negatif televisi pada bayi, terutama bila bayi mendengar suara latarnya. Sering menonton TV telah terbukti mengurangi pembelajaran bahasa, karena bayi bisa mengalami kesulitan membedakan suara, serta kebisingan latar TV bisa sangat mengganggu perkembangan bahasa.
Dampak Sering Nonton Televisi Bagi Bayi
Dikutip Raise Smart Kid, adapun dampak sering nonton TV yang bisa dirasakan bayi adalah:
1. Berdampak pada Perkembangan Otak Bayi
Dua tahun pertama anak adalah masa penting bagi perkembangan otak. Sering menonton televisi bisa mencuri waktu anak Anda untuk menjelajah, berinteraksi, bermain dengan orang lain, dan secara aktif belajar dengan meniru hal-hal sekitarnya. Padahal ini adalah aktivitas yang membantu bayi mengembangkan keterampilan yang dibutuhkan untuk tumbuh secara intelektual, sosial, dan emosional.
2. Pemikiran Kritisnya Terganggu
Saat bayi bermain, dia secara aktif belajar tentang banyak hal. Ya, ia menghubungkan otaknya sambil belajar tentang sebab dan akibat. Saat anak Anda berinteraksi dengan orang lain, ia dapat belajar mengenal emosi. Sementara menonton televisi akan menjauhkannya dari aktivitas ini.
3. Perkembangan Bahasa Tak Menunjukkan Kemajuan
Dua tahun pertama anak Anda juga merupakan waktu kritis untuk belajar bahasa. Bahasa hanya dipelajari melalui interaksi dengan orang lain, bukan dengan mendengarkan televisi secara pasif. Jika Anda membiarkan si kecil menonton televisi terus-menerus, ia bisa saja akan melewatkan pencapaian ini.
Selain itu, bayi tidak akan belajar berbicara dengan mendengarkan karakter di TV. Sebab ia belajar meniru bahasa orang dewasa. Dia hanya belajar dari ucapan orang dewasa yang disederhanakan tetapi diucapkan dengan benar.
4. Hilang Fokus
Dr. Sally Ward, terapis wicara dan bahasa di Speech, Language and Hearing Center di London, menemukan bahwa selama 20 tahun terakhir, semakin banyak anak usia 9 bulan mengalami kesulitan memerhatikan suara. Hal ini dapat memengaruhi fokus mereka karena suara televisi bisa menenggelamkan interaksi antara orang tua dan anak yang semestinya penting dilakukan untuk perkembangan bahasanya.
5. Berkurangnya Kemampuan Intelektual
Christakis menemukan bahwa menonton TV sejak bayi bisa membuat si kecil kesulitan mengenali huruf dan angka. Selain itu, televisi dapat mendistorsi realita dengan penggambaran dunia kartun yang tidak nyata. Padahal otak bayi layaknya spons, bila ia menerima hal itu, acara tersebut akan dianggap sebagai dunia nyata olehnya, Moms. Sehingga, lebih baik Anda menunggu si kecil hingga berusia 2 tahun sebelum mengenalkannya pada TV.
