Kumparan Logo

Bayi Suka Menarik Telinganya Sendiri, Kenapa Ya?

kumparanMOMverified-green

ยทwaktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Bayi memegang telinga. Foto: minianne/Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Bayi memegang telinga. Foto: minianne/Shutterstock

Apakah Anda sering melihat bayi menarik-narik telinganya sendiri? Kebiasaan ini merupakan perilaku yang normal kok, Moms. Menarik telinga jadi cara yang mereka pilih untuk menenangkan diri sendiri.

Dikutip dari Mom Junction, meski jadi cara untuk menenangkan diri sendiri, tapi tak menutup kemungkinan bayi menarik telinga karena adanya infeksi.

Alasan Lain Bayi Suka Menarik Telinganya Sendiri

1. Bermain atau Menenangkan Diri

Kebanyakan bayi mungkin menarik telinganya saat bermain atau saat mereka baru menyadari organ tubuhnya. Misalnya, bayi mungkin menarik telinganya sambil juga menarik hidung atau jari kakinya karena mereka mungkin baru menemukan bagian-bagian tubuh tersebut. Ini adalah bagian dari permainan mandiri bayi selama bulan-bulan awal mereka.

Bayi juga mungkin menarik telinganya sebagai mekanisme menenangkan. Dalam kasus seperti ini, Anda mungkin melihat bayi menarik telinganya saat kesal, rewel, atau saat mencoba tertidur. Menarik telinga untuk bermain dan menenangkan diri cenderung dimulai setelah usia empat bulan dan berhenti pada usia 12 bulan.

Ilustrasi telinga bayi. Foto: Shutter Stock

2. Infeksi atau Iritasi Telinga

Infeksi telinga menimbulkan gejala seperti sakit, gatal dan rasa tak nyaman di dalam telinga sehingga menyebabkan bayi menarik telinganya. Ada beberapa jenis infeksi telinga. Di bawah ini adalah beberapa infeksi telinga umum yang dapat menyebabkan bayi menarik telinganya.

-Otitis Media

Ini adalah infeksi telinga yang umum terjadi pada bayi dan hampir 80% bayi mengalami setidaknya satu kali pada usia tiga tahun. Ada berbagai jenis infeksi otitis media yang menimbulkan gejala berbeda-beda.

Semuanya dapat berujung pada perilaku menarik telinga. Penyebab paling umum adalah infeksi bakteri dan virus pada telinga tengah, yang terletak di belakang gendang telinga.

-Otitis Eksterna

Umumnya disebabkan oleh pertumbuhan bakteri yang berlebihan di saluran telinga luar. Anak-anak dengan gangguan kekebalan atau lebih rentan terhadap infeksi memiliki risiko lebih tinggi terkena penyebab jamur.

3. Kondisi Kulit

Bayi dengan masalah kulit, seperti eksim atau psoriasis mungkin menarik telinganya untuk menghilangkan rasa gatal dan ketidaknyamanan. Dalam beberapa kasus kulit di dalam saluran telinga dapat terpengaruh sehingga menyebabkan bayi menarik telinganya.

Jika bayi Anda menarik telinganya karena masalah kulit, kemungkinan besar sumber gatal ada di bagian tubuh lainnya.

Ilustrasi bayi menggaruk telinga Foto: Shutter Stock

4. Tumbuh Gigi

Bayi yang sedang tumbuh gigi biasanya menunjukkan perilaku menarik telinga karena iritasi gusi yang menjalar ke rahang bawah. Mereka juga cenderung menunjukkan tanda-tanda lain, seperti gusi meradang, air liur berlebihan, keinginan untuk sering menggigit atau menggerogoti dan iritasi ringan.

5. Penyebab Lainnya

Selain alasan tersebut, beberapa bayi mungkin memiliki kebiasaan menarik telinganya hanya saat merasa frustasi. Bayi juga bisa menarik telinga karena adanya benda asing dan alergi.

Kemudian penyebab lain bayi suka menarik telinganya bisa karena adanya perubahan tekanan di dalam pesawat. Perubahan ini dapat menyebabkan perubahan tekanan di dalam telinga tengah dan luar. Hal ini dapat menyebabkan ketidaknyamanan sementara pada telinga.

Lantas, kapan perlu ke dokter?

Moms, Anda bisa temui dokter jika bayi terus menarik telinganya selama lebih dari seminggu. Anda juga sebaiknya menemui dokter jika bayi selalu menangis atau tampak tidak nyaman dan kesakitan saat menarik telinganya.

Selain itu, orang tua juga harus menemui dokter jika bayi menunjukkan tanda dan gejala berikut, bersamaan dengan menarik telinganya.

-Demam dengan suhu lebih tinggi dari 38 derajat celsius

-Ada cairan keluar dari telinga

-Kemerahan atau bercak putih di sepanjang saluran telinga

-Kemerahan atau bengkak di telinga bagian luar

-Lendir hidung berlebih atau air liur keluar dari mulut

-Kemerahan pada kulit di sekitar telinga luar

-Ada benda asing di dalam saluran telinga

-Tanda-tanda infeksi, seperti muntah, diare, nafsu makan buruk, dan kurang tidur.

kumparan post embed