Kebiasaan yang Umum Dilakukan Balita dan Tips Menghadapinya
ยทwaktu baca 3 menit

Pada usia balita, anak umumnya sering bereksplorasi. Salah satunya adalah menjelajahi bagian tubuhnya. Ya Moms, hal tersebut biasanya membentuk suatu kebiasaan atau perilaku yang dilakukan secara berulang-ulang tanpa disadari. Kebiasaan itu umumnya melibatkan sentuhan pada wajah atau bagian tubuh mereka.
Mengutip Raising Children, berikut penjelasan tentang kebiasaan yang umum dilakukan balita, mulai dari jenis, penyebab, hingga tips menghadapinya.
Jenis-jenis Kebiasaan yang Umum Dilakukan Balita
Beberapa kebiasaan yang umum dilakukan balita yaitu sebagai berikut.
Mengisap jari, terutama ibu jari
Menggigit atau mencungkil kuku
Memutar-mutar dan menarik rambut
Mengorek hidung
Mengupas luka yang mengering
Mengupas kulit bibir
Mengemut benda-benda di sekitarnya, seperti pakaian, pensil, dan boneka
Menggertakkan gigi
Mengucek mata
Mengapa Kebiasaan itu Muncul?
Bagi sebagian balita, kebiasaan-kebiasaan tersebut bisa menjadi semacam hiburan untuk mengisi kebosanan. Misalnya, anak yang bosan dengan tontonan yang ada di TV biasanya menyibukkan diri dengan hal lain, seperti menggigit kuku dan mengupas kulit bibir.
Selain itu, kebiasaan tersebut juga bisa muncul untuk mengatasi kecemasan. Salah satunya mengisap jari. Balita yang baru meninggalkan tahapan bayi kerap mengisap ibu jarinya untuk meredakan kecemasan, stres, atau emosi negatif lainnya.
Beberapa kebiasaan umumnya akan hilang dengan sendirinya. Namun, ada pula kebiasaan yang terus berlanjut saat anak memasuki usia sekolah, seperti mengorek hidung ketika pilek dan mengupas luka yang mengering.
Tips Menghadapi Kebiasaan Umum Balita
Kebiasaan-kebiasaan tersebut umumnya tidak perlu dikhawatirkan karena dapat menghilang sendiri seiring bertambahnya usia anak. Namun, orang tua perlu mencoba menghentikan kebiasaan tersebut dengan cara berikut ini.
Ingatkan anak tentang dampak buruk dari kebiasaan tersebut. Misalnya, jika ia sering mengupas bibir akan membuat bibirnya berdarah dan sakit.
Ajak anak untuk melakukan aktivitas lain saat ia bosan dengan aktivitasnya.
Coba cari tahu penyebab anak melakukan kebiasaan itu dan tawarkan solusinya. Misalnya, saat anak suka menggigit kukunya, coba lihat apakah kukunya sudah panjang dan tawarkan untuk memotongnya.
Jika anak memiliki lebih dari satu kebiasaan, fokus terlebih dahulu untuk menghentikannya satu per satu.
Puji anak setiap ia berhasil menghentikan kebiasaan tersebut.
Kapan Perlu Khawatir?
Beberapa kebiasaan tersebut umumnya dilakukan anak sampai ia berusia tiga tahun. Jika kebiasaan tersebut terjadi terus-menerus, konsultasikan masalah tersebut ke dokter untuk mengetahui penyebabnya.
Ya Moms, kebiasaan tersebut bisa jadi merupakan reaksi anak terhadap kondisi tubuhnya. Misalnya, kebiasaan mengisap ibu jari mungkin dilakukan anak untuk meredakan sakit akibat tumbuh gigi.
Selain itu, beberapa kebiasaan dilakukan anak untuk menghilangkan kecemasan. Tak sedikit pula yang menjadi gejala dari gangguan lain seperti autisme dan sindrom tourette. Anda bisa mengkonsultasikan hal tersebut kepada psikolog.
