Kumparan Logo

Bayi Terlambat Tumbuh Gigi, Kapan Perlu ke Dokter?

kumparanMOMverified-green

ยทwaktu baca 2 menit

comment
7
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi bayi tumbuh gigi. Foto: Shutter Stock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi bayi tumbuh gigi. Foto: Shutter Stock

Bayi tumbuh gigi merupakan momen yang dinantikan setiap orang tua. Selain makin menggemaskan, munculnya gigi dapat menjadi tanda bahwa bayi sudah tumbuh dan berkembang sesuai dengan usianya, Moms.

Akan tetapi, setiap bayi bisa mencapai tonggak perkembangan pada usia berbeda, termasuk saat tumbuh gigi. Umumnya, gigi pertama yang muncul adalah gigi depan bagian bawah, dan dilanjutkan dengan gigi depan bagian atas.

Ilustrasi gigi bayi. Foto: Shutter Stock

Selain itu, menurut Australian Dental Association, usia bayi mulai tumbuh gigi tak selalu sama. Beberapa bayi mungkin mulai tumbuh gigi saat usia empat bulan, enam bulan, bahkan ada di usia sepuluh bulan. Sehingga, Anda tak perlu khawatir bila si kecil mengalami keterlambatan tumbuh gigi.

Meski begitu, ada beberapa kondisi yang menyebabkan bayi Anda terlambat tumbuh gigi, dan mungkin perlu perawatan khusus dari dokter.

Kapan Perlu Memeriksa Bayi ke Dokter saat Gigi Terlambat Tumbuh?

Ilustrasi gigi bayi. Foto: Shutter Stock

Dikutip dari Mom Junction, jika gigi pertama atau gigi depan bagian bawah tak kunjung tumbuh setelah usia 12 bulan, maka Anda disarankan membawa si kecil ke dokter gigi anak.

Selain tumbuh kembang yang berbeda, beberapa bayi terlambat tumbuh gigi tanpa alasan yang khusus. Namun, dalam beberapa kasus, keterlambatan tumbuh gigi dapat menyebabkan masalah gigi dan mulut, sehingga memerlukan diagnosis dan perawatan dokter.

Beberapa faktor yang dapat menyebabkan bayi terlambat tumbuh gigi dan memerlukan perawatan khusus antara lain:

1. Gizi buruk

Penelitian telah menunjukkan bahwa bayi yang lahir dengan berat badan lahir rendah atau memiliki status gizi yang buruk dapat mempengaruhi erupsi gigi. Misalnya, karena kekurangan kalsium, vitamin D, vitamin C, vitamin D, dan vitamin A.

2. Gangguan tiroid

Bayi dengan gangguan tiroid, terutama hipotiroidisme, dapat menyebabkan keterlambatan tumbuh gigi.

3. Fibrosis

Fibrosis adalah kondisi yang ditandai dengan gusi menebal, sehingga dapat menghambat atau mencegah gigi untuk tumbuh.

4. Pengaruh obat-obatan

Beberapa penyakit yang perlu mengonsumsi obat-obatan jangka panjang, seperti anemia defisiensi besi atau anemia sel sabit, dapat memengaruhi perkembangan gigi, termasuk erupsi gigi.