Kumparan Logo

Bayi Usia 54 Hari Meninggal Usai Diberi Jamu, Ini Kata Dokter Soal Bahayanya

kumparanMOMverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi bayi dirawat di rumah sakit. Foto: Iryna Inshyna/Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi bayi dirawat di rumah sakit. Foto: Iryna Inshyna/Shutterstock

Kabar kurang mengenakkan viral di media sosial. Seorang ibu mengaku, anaknya yang masih bayi berusia 54 hari meninggal usai diberi ramuan tradisional atau jamu oleh keluarga. Kisah tersebut diunggah oleh ibu dari bayi malang tersebut di Facebook.

“Ini anak aku usianya 54 hari harus meninggal gara-gara dikasih minum ramuan tradisional,” tulis seorang ibu berinisial Y itu.

Ia menyebut, pihak keluarganya yang memaksa mencekoki jamu pada bayinya. Y awalnya melarang, tetapi keluarganya tetap meminumkan ramuan pada bayi malang tersebut. Alhasil, si bayi mengalami sesak napas hingga infeksi paru-paru.

Postingan viral soal bayi yang meninggal usai diberi jamu. Foto: Dok. Istimewa

Tak berhenti sampai di situ, pihak keluarga bahkan sempat melarang Y untuk membawa bayinya ke dokter. Mereka meminta Y untuk merawat bayinya di rumah sambil terus diberikan obat tradisional.

“Aku mau bawa ke dokter tapi semua keluarga enggak ngizinin, katanya lebih baik pakai obat tradisional, tapi aku kekeh bawa ke RS,” lanjut Y.

Sesampainya di rumah sakit, Y mengaku sempat dimarahi dokter karena terlambat membawa bayinya ke dokter. Berbagai perawatan medis pun dilakukan. Sayangnya, si bayi meninggal dunia.

“Pelajaran buat semua, kalau anak sakit mending langsung dibawa ke RS daripada harus pakai obat tradisional!” tutupnya.

Kata Dokter Soal Bahaya Pemberian Jamu ke Bayi

Ilustrasi bayi sakit. Foto: Simplylove/Shutterstock

Moms, satu-satunya asupan yang aman untuk bayi usia 54 hari hanyalah ASI. Cairan apa pun yang diberikan pada si kecil bisa berdampak buruk pada kesehatannya. Salah satunya ramuan tradisional atau jamu.

Menurut dokter spesialis anak dr. Kurniawan Satria Denta, M.Sc, Sp.A., ada beberapa dampak buruk yang bisa dialami bayi setelah diberi jamu.

“Bahayanya jika mengkonsumsi selain ASI adalah risiko aspirasi / tersedak, risiko infeksi, risiko gangguan saluran pencernaan, sampai risiko kematian,” jelasnya saat dihubungi kumparanMOM pada Selasa (17/1).

Jika bayi sakit, dr. Denta menyarankan agar ibu tetap melanjutkan pemberian ASI atau segera membawa si kecil ke dokter bila diperlukan.

“Lanjutkan menyusui dan bawa ke faskes segera,” ungkapnya.

Lantas, bagaimana jika terdapat beda pandangan antara orang tua dan pihak keluarga tentang cara mengobati bayi seperti yang dialami oleh Y?

Menurut dr.Denta, cara menghadapinya mungkin perlu disesuaikan dengan kondisi keluarga. Namun, pada dasarnya, orang tua perlu memahami risiko pemberian jamu pada bayi agar bisa menjelaskan pada pihak keluarga.

Oleh karena itu, jangan ragu untuk bersikap tegas pada semua pihak yang menghalangi Anda dalam menjaga kesehatan si kecil ya, Moms. Sebab bagaimana pun kesehatan anak lebih utama.

kumparan post embed