Kumparan Logo

Beberapa Makanan Kaleng Ini Tidak Tergolong UPF! Apa Saja?

kumparanMOMverified-green

ยทwaktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi sarden kaleng. Foto: Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi sarden kaleng. Foto: Shutterstock

Tidak sedikit orang menganggap semua makanan kaleng termasuk UPF (ultra-processed food) atau makanan ultra-proses. Padahal, anggapan tersebut tidak sepenuhnya benar. Menurut ahli gizi dr. Luciana Sutanto, ada sejumlah makanan kaleng yang masih tergolong minim proses dan tidak masuk kategori UPF.

Lalu, bagaimana dengan sarden kaleng yang sering menjadi perdebatan? Apakah saus di dalamnya membuat produk tersebut otomatis tergolong makanan ultra-proses?

Apakah Sarden Kaleng Termasuk Makanan Ultra-Proses?

Ilustrasi sarden kalengan Foto: Shutter Stock

Menurut ahli gizi dr. Luciana Sutanto, Sp.GK, sarden kaleng tidak selalu tergolong UPF. Penilaiannya bergantung pada tingkat pengolahan produk dan bahan-bahan yang digunakan.

"Kalau isinya ikan dengan pengolahan biasa, maka tidak tergolong UPF. Namun, bisa masuk kategori UPF jika proses pengolahannya kompleks dan sausnya mengandung bahan tambahan pangan yang berlebihan," jelas dr. Luciana kepada kumparanMOM.

Artinya, keberadaan saus dalam sarden kaleng tidak otomatis menjadikannya makanan ultra-proses. Konsumen perlu melihat komposisi bahan yang tercantum pada kemasan untuk mengetahui seberapa banyak bahan tambahan yang digunakan.

Makanan Kaleng yang Tidak Tergolong UPF

Ilustrasi makanan kalengan Foto: Shutter Stock

Selain sarden, ada beberapa jenis makanan kaleng lain yang umumnya tidak termasuk UPF karena masih mempertahankan bentuk dan karakteristik bahan pangan aslinya.

Dr. Luciana menyebutkan beberapa contohnya, yaitu:

* Tuna kaleng dalam air

* Salmon kaleng

* Kacang merah kaleng

* Chickpeas (kacang arab) kaleng

* Jagung kaleng

Makanan-makanan tersebut umumnya hanya melalui proses pengawetan dan pengemasan sehingga tetap menyerupai bahan makanan asli.

Kriteria Makanan Disebut UPF atau Bukan

Untuk membedakan apakah suatu produk tergolong UPF atau tidak, dr. Luciana menyarankan masyarakat memperhatikan bentuk makanan dan daftar komposisinya.

"Kalau masih menyerupai bahan makanan asli dan ingredient list-nya pendek, biasanya bukan UPF," ujarnya.

Sebaliknya, produk yang telah mengalami banyak proses industri dan memiliki daftar bahan yang panjang, termasuk berbagai perisa, pewarna, pemanis, atau bahan tambahan lain, cenderung masuk kategori makanan ultra-proses.

Cara Mudah Mengenali Makanan Kaleng Non-UPF

Saat memilih makanan kaleng, Anda dapat memperhatikan beberapa hal berikut:

* Bentuk makanan masih menyerupai bahan aslinya, seperti ikan, jagung, atau kacang-kacangan.

* Daftar bahan singkat dan mudah dipahami.

* Tidak mengandung banyak bahan tambahan pangan.

* Tidak memiliki terlalu banyak perisa, pewarna, atau pemanis tambahan.

Dengan memahami ciri-ciri tersebut, Anda tidak perlu langsung menghindari semua makanan kaleng. Sebab, beberapa produk kaleng tetap dapat menjadi pilihan praktis dan bergizi tanpa termasuk kategori UPF.