Begini Kerja Lambung Bayi Baru Lahir

7 Juli 2018 19:45
sosmed-whatsapp-whitecopy-link-circlemore-vertical
Ilustrasi bayi baru lahir. (Foto: Thinkstock)
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi bayi baru lahir. (Foto: Thinkstock)
ADVERTISEMENT
Sistem pencernaan bayi baru lahir tentu berbeda dengan orang dewasa. Lambung bayi baru lahir masih sangat kecil, sehingga sistem pencernaannya pun belum mampu mencerna makanan dengan baik.
ADVERTISEMENT
Lalu, seperti apa sistem kerja lambung bayi baru lahir?
Ukuran lambung bayi baru lahir yang hanya sebesar kelereng membuat bayi hanya mampu menampung cairan sebesar 60 hingga 90 ml saja. Seiring bertambahnya waktu, ukuran lambung ini akan bertambah menjadi sebesar telur pada usia satu bulan.
Bayi baru lahir.  (Foto: Thinkstock)
zoom-in-whitePerbesar
Bayi baru lahir. (Foto: Thinkstock)
Mengutip buku Breastfriends dari Asosiasi Ibu Menyusui Indonesia (AIMI), pada awal kehidupannya, dinding lambung bayi masih berlubang, sehingga protein dan patogen pun bisa masuk melalui lubang-lubang kecil tersebut. Butuh waktu beberapa minggu agar lambung bayi bisa menutup dengan rapat dan kolostrum merupakan cairan awal yang sesuai untuk melapisi lambung bayi. Kolostrum juga mampu melindungi si kecil dari alergi dan infeksi, Moms.
Kondisi lambung dan usus bayi baru lahir memiliki kadar basa yang tinggi. Untuk menjaga keseimbangan asam dan basa pada lambungnya, bayi membutuhkan ASI yang mengandung 47 persen bakteri bifido yang baik untuk kesehatan lambung. ASI juga mengandung antibodi yang dapat membantu bayi menciptakan perlindungan di tubuhnya. Oleh karena itu, Badan Kesehatan Dunia (WHO) menyarankan pemberian ASI eksklusif hingga bayi berusia enam bulan.
ADVERTISEMENT
Pemberian formula di awal kelahiran bayi bisa mengubah kondisi flora di dalam lambung dan ususnya. Hal tersebut membuat keseimbangan asam dan basa di dalam lambung terganggu, sehingga bisa menyebabkan tingginya kadar asam dalam lambungnya. Kondisi asam-basa pada lambung yang tidak seimbang juga bisa mengganggu metabolisme si kecil dan menyebabkan daya tahan tubuhnya menurun, Moms.
Baca Lainnya
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020