Benarkah Baby Blues Bisa Terulang di Tiap Kehamilan? Ini Kata Ahli
·waktu baca 2 menit

Setelah melahirkan, sebagian ibu merasakan perubahan mood yang tidak menentu. Bisa tiba-tiba senang, tetapi bisa juga menangis tanpa alasan. Kondisi ini dikenal dengan istilah baby blues, dan wajar bila dialami ibu setelah melahirkan.
Ya, mengurus bayi tentunya memiliki tantangan tersendiri, Moms. Ditambah lagi terjadi perubahan hormon pada ibu usai melahirkan dan banyak faktor-faktor eksternal yang bisa mempengaruhi emosi ibu. Sehingga, tak jarang ibu kerap merasa capek dan lelah secara fisik maupun mental.
Mengutip webMD, sekitar 80 persen ibu mengalami baby blues setelah melahirkan. Biasanya, kondisi perubahan mood ini akan terjadi 2-3 hari setelah melahirkan, dan membaik setelah 1-2 minggu dari kelahiran.
Namun, bila ibu mengalami baby blues di kehamilan pertama, apakah bisa terulang di kehamilan berikutnya? Berikut penjelasan psikolog.
Kata Ahli soal Benar Tidaknya Baby Blues Bisa Terulang di Tiap Kehamilan
Baby blues disebabkan oleh perubahan hormon. Ya Moms, setelah melahirkan, jumlah hormon estrogen dan progesteron akan berkurang secara perlahan sehingga menyebabkan perubahan suasana hati.
Menurut Psikolog Klinis, Rininda Mutia, sebenarnya baby blues bisa saja terulang di setiap kehamilan. Sebab, kondisi ini disebabkan oleh perubahan hormonal yang memengaruhi kondisi psikis seorang ibu.
“Perubahan hormon pasti dialami ibu baru melahirkan baik anak pertama, kedua, ketiga, dan seterusnya,” kata Ninda, panggilan akrabnya, saat dihubungi kumparanMOM, Senin (16/5).
Lebih lanjut, Ninda mengatakan, gejala yang dialami bisa sama dan berbeda. Tergantung situasi dan kepribadian ibu saat itu.
“Gejalanya bisa sama, bisa berbeda. Ada yang sedih, cemas, marah-marah, bingung, dan lain-lain,” tambahnya.
Baby blues juga kerap terjadi lantaran ibu terlalu fokus untuk memenuhi kebutuhan si kecil sehingga kebutuhan sendiri sering terabaikan. Misalnya, lupa makan, lupa mandi, dan terlalu sibuk mengurus bayi hingga kelelahan.
“Tugas dari pasangan dan keluarga adalah memastikan bahwa kebutuhan si ibu juga terpenuhi,” tutur Ninda.
Di samping itu, Ninda menambahkan, meski baby blues tidak dapat dihindari, tetapi support system yang tepat dapat membantu mengatasi perubahan suasana hati yang dialami ibu.
“Jangan anggap baby blues itu aib, enggak papa mengakui kalau mengalami baby blues sehingga bisa mendapatkan support yang tepat. Ibu yang mengalami baby blues bukan ibu yang lemah, gejolak hormon memang tidak terhindarkan ketika seseorang hamil dan melahirkan,” tutup Ninda.
