Benarkah Baby Bump Lebih Cepat Terlihat pada Kehamilan Kedua?
·waktu baca 3 menit

Kehamilan kedua mungkin akan terasa berbeda dari kehamilan pertama. Ibu mungkin sudah terbiasa dengan gejala kehamilan, sehingga tak terlalu khawatir jika tiba-tiba merasa mual. Selain itu, ibu mungkin sudah hafal tentang apa yang harus dilakukan dan tidak boleh dilakukan selama masa kehamilan.
Salah satu hal lain yang membedakan kehamilan pertama dan kedua adalah tentang perubahan perut ibu atau baby bump. Ya Moms, tak sedikit yang menyebut bahwa baby bump pada kehamilan kedua lebih cepat terlihat dibanding pada kehamilan pertama. Namun, benarkah demikian? Simak penjelasan berikut ini sebagaimana dikutip dari Verywell Family.
Baby Bump pada Kehamilan Kedua Lebih Cepat Terlihat, Benar Enggak Ya?
Menurut dr. Lynn L. Simpson, obgyn yang juga profesor kesehatan wanita di Columbia University, tidak ada ketentuan yang jelas tentang waktu kemunculan baby bump pada kehamilan kedua. Hal itu bergantung pada kondisi masing-masing ibu.
“Setiap wanita berbeda dan ada banyak faktor yang menentukan seberapa dini seorang wanita menunjukkan dirinya hamil. Secara umum, rahim mengembang melampaui panggul pada usia kehamilan sekitar 14 minggu, sehingga kebanyakan wanita mulai terlihat (baby bump-nya) setelah trimester pertama,” jelasnya.
Umumnya, baby bump pada kehamilan kedua akan muncul pada usia 14 – 24 minggu kehamilan. Namun, mungkin ada beberapa ibu yang mengalaminya lebih cepat atau lebih lambat.
Bagaimana Jika Baby Bump pada Kehamilan Kedua Terlihat Lebih Cepat?
Dalam beberapa kasus, baby bump pada kehamilan kedua cenderung lebih cepat terlihat dibanding kehamilan pertama. Hal itu disebabkan oleh tonus otot perut yang cenderung melemah setelah kehamilan pertama. Kondisi tersebut bisa jadi merupakan tanda dari diastasis recti, yaitu istilah anatomi yang menggambarkan jarak abnormal yang memisahkan dua otot rektus dari otot dinding perut.
“Setelah otot perut meregang karena kehamilan, itu sedikit lebih ‘rileks’ yang dapat menyebabkan ‘benjolan’ muncul lebih cepat pada kehamilan kedua. Ini tentu lebih mungkin terjadi pada wanita dengan diastasis recti,” jelas dr. Kelly Culwell, obgyn dan ahli kesehatan wanita.
Diastasis recti umumnya dialami oleh lebih dari 65 persen ibu hamil di dunia. Kondisi tersebut biasanya akan sembuh dengan sendirinya. Namun, sekitar sepertiga dari ibu hamil mungkin masih mengalami kondisi tersebut selama satu tahun setelah melahirkan. Dampaknya, ibu akan mengalami susah menahan buang air kecil hingga nyeri punggung.
Selain karena diastasis recti, baby bump yang lebih cepat terlihat pada kehamilan kedua bisa disebabkan oleh kondisi lain, yaitu hamil kembar, hamil dengan jarak dekat dari anak pertama, dan pengaruh hormon.
Perlukah Khawatir?
Baik dr. Simpson maupun dr. Culwell sama-sama setuju bahwa baby bump yang terlihat lebih cepat pada kehamilan kedua bukan termasuk hal yang mengkhawatirkan. Hal itu umumnya merupakan kondisi normal dan jarang menjadi tanda masalah medis.
“Selama Anda mendapatkan perawatan prenatal secara teratur dan tidak ada kekhawatiran yang diajukan oleh penyedia layanan kesehatan Anda, hampir pasti tidak ada yang perlu dikhawatirkan,” ungkap dr. Culwell.
Dr. Simpson juga menyarankan agar ibu melakukan pemeriksaan USG lebih dini untuk mengecek kehamilan.
“Secara umum, menunjukkan lebih awal tidak perlu dikhawatirkan, meskipun itu mungkin merupakan penanda kehamilan kembar, jadi melakukan USG dini untuk menentukan jumlah bayi yang ada mungkin merupakan ide yang bagus,” pungkasnya.
