kumparan
16 September 2019 16:01

Benarkah Ibu Merokok Tidak Boleh Menyusui Bayinya?

Benarkah Ibu Merokok Tidak Boleh Menyusui? Foto: Shutterstock
Pertanyaan tentang ASI dan menyusui seolah tidak ada habisnya. Selain soal kandungan ASI dan cara menyusui misalnya, apa yang boleh dan tidak boleh dilakukan ibu saat memberikan ASI juga kerap menjadi pembahasan bahkan perdebatan. Misalnya, bolehkah ibu yang merokok menyusui bayinya?
ADVERTISEMENT
Ada yang menganggap, sebaiknya ibu yang merokok tidak menyusui bayinya karena khawatir bayi akan terpapar asap rokok dan menjadi perokok pasif. Sebagai gantinya, bayi dapat diberi susu formula.
Namun ada juga yang menganggap, sebaiknya bayi tetap disusui. karena bagaimanapun juga ASI merupakan makanan terbaik untuk bayi dan manfaatnya tidak dapat ditandingi oleh susu formula yang manapun juga.
Bagaimana menurut Anda sendiri, Moms? Setuju ibu merokok tetap menyusui atau sebaliknya? Setuju atau tidak, yang jelas kebiasaan merokok ibu ternyata juga ada hubungannya dengan proses maupun keberhasilan menyusui.
kebiasaan ibu merokok turut berpengaruh pada keberhasilan menyusui Foto: Shutterstock
Mengutip laman Womens Mental Health, Ruta Nonacs, MD PhD, staff psikiater dari Perinatal and Reproductive Psychiatry Clinical Research Program di Massachusetts General Hospital, AS, menuturkan ibu yang merokok cenderung produksi susunya lebih rendah, kadar prolaktin lebih rendah serta menyapih lebih awal.
ADVERTISEMENT
Lebih lanjut ia menambahkan, nikotin dan bahan kimia lain dari tembakau berpindah ke ASI dua kali lipat lebih banyak dari pada yang ditransfer ke plasenta selama kehamilan. Jumlah nikotin yang terpapar bayi juga tergantung pada jumlah rokok yang dikonsumsi oleh ibu per hari serta jeda waktu antara merokok dan menyusui.
menyusui atau tidak, berusahalah berhenti Merokok Foto: Pixabay
Tidak hanya itu, sebuah studi juga menjelaskan bahwa merokok lebih dari 10 batang per hari dapat mengurangi produksi dan mengubah komposisi ASI. Bayi dari ibu yang merokok lebih dari 5 batang juga lebih rentang menangis dan kolik. Kemudian, ibu yang merokok sebelum menyusui juga memiliki bayi yang jam tidurnya lebih pendek.
Sementara Australian Breastfeeding Association menjelaskan semakin lama jeda waktu antara merokok dan menyusui, semakin sedikit nikotin yang terpapar bayi dan ASI.
asap rokok dapat meningkatkan risiko sindrom kematian mendadak pada bayi
Anda juga perlu tahu Moms, paparan asap rokok mengandung sekitar 3.000 bahan kimia beracun, dengan 43 di antaranya bersifat karsinogen atau penyebab kanker.
ADVERTISEMENT
Bayi yang sering terpapar asap rokok berisiko tinggi terkena batuk, pilek, dan asma. Selain itu ada beberapa penyakit lain yang juga dapat timbul pada bayi akibat asap rokok, seperti: infeksi saluran pernapasan, infeksi telinga, hingga sindrom kematian bayi mendadak (SIDS).Lantas bagaimana bila Anda ingin menyusui si kecil namun masih sulit untuk berhenti merokok?
Bila Anda merokok, cuci tangan dan ganti baju sebelum menyusui bayi. Foto: Getty Images
La Leche League International memberi tips untuk ibu menyusui agar bayinya tidak terpapar dengan rokok atau asapnya:
  1. Jangan pernah merokok sambil menyusui bayi.
  2. Merokoklah di luar rumah atau di tempat yang jauh dari bayi.
  3. Cuci tangan bersih-bersih sebelum mendekati apalagi menyentuh bayi.
  4. Tidak hanya mencuci tangan, Anda juga sebaiknya terlebih dulu berganti baju agar si kecil tidak terkena partikep asap yang menempel di pakaian.
  5. Usahakan merokok setelah menyusui untuk meminimalkan jumlah nikotin dalam susu.
ADVERTISEMENT
Jangan lupa Moms, menyusui atau tidak, teruslah berusaha dan mencari cara untuk benar-benar bisa berhenti merokok sepenuhnya. Karena bagaimana pun juga, kesehatan si kecil dan Anda sendiri taruhannya.
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan