Kumparan Logo

Berapa Banyak Kebutuhan Air Minum untuk Ibu Hamil?

kumparanMOMverified-green

comment
1
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
ibu hamil minum air putih Foto: Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
ibu hamil minum air putih Foto: Shutterstock

Ibu hamil butuh mengkonsumsi air lebih banyak untuk mendukung sirkulasi janin dan produksi cairan amnion atau air ketuban. Kebutuhan air ibu hamil juga akan semakin meningkat saat usia kehamilan menginjak trimester ketiga, terutama bila calon ibu mengalami inkontinesia urine fisiologis akibat adanya tekanan pada kandung kemih karena rahim yang membesar.

Kurangnya asupan air pada ibu hamil dapat mengakibatkan sejumlah gangguan tubuh. Gangguan ini dibagi menjadi gangguan akibat hipovolemia ringan akut dan hipovolemia kronik.

Dampak hipovolemia ringan akut, calon ibu akan mengalami oligohidroambion atau berkurangnya air ketuban saat persalinan lama. Sedangkan dampak hipovelemia ringan kronik, antara lain urolitiasis atau batu saluran kemih, infeksi saluran kemih, konstipasi, dan hipertensi.

Lantas berapa jumlah air minum yang dibutuhkan oleh ibu hamil setiap harinya?

The Institute of Medicine, National Academies of Science merekomendasikan ibu hamil mengkonsumsi asupan air sekitar 3 liter atau kira-kira sebanyak 12 gelas setiap harinya. Kisaran jumlah air yang dibutuhkan memang cukup besar dari biasanya mengingat setiap ibu hamil menghadapi kondisi yang berbeda-beda.

Tapi perlu diingat, air yang masuk ke dalam tubuh tidak harus selalu dihitung dari air minum air putih saja. Tetapi juga bisa diperoleh dari jus buah, sayur, susu, kuah sup dan lain-lain. Untuk jus buah atau sayur disarankan dikonsumsi dalam keadaan segar atau beberapa menit setelah diolah, Moms.

ilustrasi ibu hamil menjelang bersalin Foto: Shutterstock

Dikutip dari Jurnal Nutritalk, selain untuk melepaskan rasa haus, kebutuhan air saat hamil juga diperlukan untuk beberapa hal berikut:

1. Melancarkan Aliran Darah

Bila kebutuhan air tidak terpenuhi, tubuh akan menyedot air dari komponen tubuh itu sendiri, dimulai dari komponen yang paling dekat yaitu darah. Jika air dalam darah terpakai untuk keperluan tubuh, maka darah menjadi kental sehingga perjalanan-nya ke seluruh tubuh menjadi kurang lancar.

2. Mencegah Sembelit

Air putih berperan sebagai pencahar bagi saluran pencernaan karena memperlancar pekerjaan saluran cerna.

3. Mencegah Persalinan Prematur

Persalinan prematur berkaitan erat dengan dehidrasi. Dehidrasi berat pada trimester tiga dapat memicu kontraksi yang bisa mengakibatkan persalinan prematur.

4. Membuang Bakteri dari Ginjal

Cairan di dalam tubuh merupakan media transportasi limbah untuk dibuang keluar melalui urine. Saat hamil, rahim yang membesar mengakibatkan sebagian urine tertahan saat buang air kecil, padahal urine tempat bakteri berkembang biar. Dengan cukup minum, tubuh bisa membersihkan racun melalui ginjal.