Kumparan Logo

Berapa Lama Depresi Postpartum Bisa Dialami Ibu?

kumparanMOMverified-green

ยทwaktu baca 3 menit

comment
14
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi depresi pada ibu usai melahirkan. Foto: Shutter Stock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi depresi pada ibu usai melahirkan. Foto: Shutter Stock

Tak hanya saat hamil, perubahan suasana hati juga bisa dialami ibu setelah melahirkan. Bahkan, terkadang hal ini bisa menjadi penyebab stres, kecemasan, hingga depresi postpartum pada beberapa ibu.

Ya Moms, diperkirakan sekitar 10 persen ibu mengalami depresi postpartum di masa menyusui bayi. Penyebab pastinya tidak diketahui hingga saat ini, namun, perubahan kadar hormon di dalam tubuh usai persalinan dianggap dapat mempengaruhi emosi ibu.

Ibu yang mengalami depresi postpartum biasanya mengalami stres dan kecemasan berlebihan sehingga mempengaruhi aktivitas menyusui, bahkan kualitas hidupnya sendiri. Hal ini tentu sangat mengkhawatirkan, bukan?

Lantas, berapa lama ibu bisa mengalami depresi postpartum?

Durasi Depresi Postpartum yang Bisa Dialami Ibu Setelah Melahirkan

Ilustrasi ibu depresi usai melahirkan. Foto: Shutter Stock

Nifas merupakan masa di mana ibu berada dalam emosi yang tidak stabil. Perubahan tanggung jawab di dalam hidup, pergolakan batin akan peran barunya, dan perubahan hormonal dapat berkontribusi pada perasaan cemas yang kemudian menimbulkan depresi postpartum.

Mengutip Very Well Family, depresi pascapersalinan umumnya terjadi pada ibu ketika bayinya berada di usia baru lahir hingga enam bulan pertama kehidupannya. Namun, beberapa ibu juga bisa mengalami depresi postpartum hingga lebih dari satu tahun setelah melahirkan.

Menurut American Psychiatric Association, depresi pasca persalinan bisa menjadi lebih buruk jika itu merupakan manifestasi dari depresi yang tidak diobati sejak atau sebelum masa kehamilan. Kondisi ini terkadang dapat menimbulkan masalah kesehatan mental lebih parah dengan adanya fluktuasi hormon, kelelahan, dan berbagai pemicu stres lainnya saat menjadi orang tua baru.

Penelitian menunjukkan, ibu dengan depresi pascapersalinan bisa mengalami peningkatan gejala depresi selama tiga tahun setelah melahirkan. Inilah mengapa ada beberapa ibu yang mengalami depresi bahkan hingga masa menyapih. Padahal, normalnya hal itu terjadi paling lama satu tahun.

Ilustrasi ibu depresi usai melahirkan. Foto: Shutter Stock

American College of Obstetricians and Gynecologists (ACOG) mengatakan, ada beberapa faktor yang dapat mempengaruhi durasi depresi postpartum pada ibu seperti berikut ini:

  • Kurangnya dukungan sosial dari lingkungan.

  • Kurangnya dukungan dari pasangan.

  • Riwayat depresi atau kecemasan.

  • Riwayat mengalami tindakan kejahatan seperti pelecehan.

  • Ada kekhawatiran soal kondisi finansial keluarga.

  • Mendapatkan kritik yang berlebihan dari lingkungan luar dan keluarga soal pengasuhan.

  • Tidak percaya diri menjadi seorang ibu baru.

  • Ketakutan berlebihan akan perubahan hidup di masa depan setelah menjadi orang tua.

Moms, penjelasan di atas hanyalah perkiraan berapa lama ibu bisa mengalami depresi pasca persalinan. Namun, sebenarnya tidak ada garis waktu yang pasti karena setiap ibu memiliki kondisi dan jangka waktu yang berbeda untuk pemulihan. Selama mereka memiliki support system yang baik dan melakukan perawatan yang tepat, maka kondisi ini bisa lebih cepat diatasi.

kumparan post embed