Kumparan Logo

Berapa Suhu Kamar yang Ideal untuk Bayi?

kumparanMOMverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi Bayi Tidur. Foto: Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Bayi Tidur. Foto: Shutterstock

Bayi akan menghabiskan waktunya lebih banyak untuk tidur di beberapa bulan pertama kehidupannya. Bahkan, bayi baru lahir bisa tidur sekitar 14-16 jam per harinya. Ya Moms, tidur yang cukup dan kualitas tidur yang baik dapat menunjang tumbuh kembang bayi.

Nah, agar si kecil dapat tidur dengan nyaman setiap harinya, ada beberapa hal yang perlu orang tua perhatikan, salah satunya adalah suhu kamar yang sesuai dengan kondisi tubuh bayi. Ya Moms, bayi mungkin tidak akan bisa tidur dengan nyenyak ketika suhu ruangan terlalu panas maupun terlalu dingin.

Lantas, berapa suhu kamar yang ideal untuk bayi?

Suhu Kamar yang Ideal untuk Bayi

Ilustrasi Ibu dan Bayi Cukup Tidur. Foto: Shutter Stock

Menurut Dokter Spesialis Anak, dr. Bernie Endyarni Medise, SpA(K), lingkungan yang panas memang bisa membuat bayi sulit tidur karena menyebabkan keringat berlebihan dan tidak nyaman. Sehingga, boleh-boleh saja bayi tidur menggunakan AC agar udaranya lebih sejuk.

"Pada keadaan seperti ini boleh saja menggunakan AC atau kipas angin," ujar dr. Bernie kepada kumparanMOM beberapa waktu lalu.

Suhu ruangan atau kamar yang ideal untuk bayi berada di sekitar 25 derajat celsius terlepas dari musim yang sedang terjadi. Hal ini disampaikan juga oleh Psikolog Perilaku dan Gangguan Tidur, Michelle Drerup, PsyD, seperti dikutip dari Cleveland Clinic.

“Suhu kamar tidur terbaik untuk bayi dan balita, yaitu antara 21-25 derajat celsius. Ini bisa disesuaikan pada musim hujan ataupun kemarau yang sedang terjadi,” kata Michelle.

Mengutip laman New South Wales Health, bayi belum mempunyai kemampuan untuk beradaptasi dengan perubahan suhu yang mendadak seperti orang dewasa. Sehingga, si kecil bisa menjadi kepanasan saat ruangan terlalu panas dan mudah kedinginan saat ruangan menjadi terlalu dingin.

kumparan post embed

Oleh karena itu, kisaran suhu kamar yang nyaman akan mencegah perubahan suhu tubuh bayi yang mendadak dan membahayakan. Pada akhirnya, ini akan membantu bayi tetap nyaman dan mengurangi risiko kondisi, seperti sindrom kematian bayi mendadak (SIDS).

Mengutip Mom Junction, Anda bisa menggunakan tubuh Anda sebagai titik referensi pertama untuk memeriksa apakah suhu ruangan nyaman atau tidak untuk bayi. Misalnya, jika Anda merasa agak dingin, kemungkinan suhu tersebut itu terlalu dingin untuk bayi.

Mempertahankan suhu ruangan yang ideal untuk bayi dapat membuatnya tidur lebih nyenyak dan nyaman. Sehingga, bayi akan memiliki waktu tidur yang cukup dan berkualitas setiap harinya. Dengan demikian, tumbuh kembang bayi pun bisa berjalan dengan baik, Moms.

Penulis: Hutri Dirga Harmonis