Berawal dari Titik Putih, Bayi 5 Bulan Ini Kehilangan Mata Kanan

Lewat akun TikTok @iooonyaryns, Ibu Vio membagikan kisah perjuangan anak keduanya, Musa Ar Rayyan, yang didiagnosis retinoblastoma atau kanker mata.
Kecurigaan itu bermula saat Musa berusia 2 bulan. Ibu Vio melihat adanya titik putih keruh keabuan pada pupil mata kanan Musa atau yang dikenal dengan istilah leukokoria dan sering disebut sebagai mata kucing. Awalnya kondisi tersebut muncul dan hilang, tetapi semakin hari pantulan putih itu semakin jelas dan sering terlihat.
Ibu Vio kemudian mencari informasi melalui media sosial dan menemukan bahwa kondisi tersebut bisa menjadi salah satu tanda retinoblastoma. Ia juga memperhatikan pantulan mata Musa saat difoto menggunakan flash.
Pada mata yang mengalami retinoblastoma, pupil dapat memantulkan cahaya putih keabuan, sementara mata normal biasanya memantulkan cahaya merah kecokelatan.
“Karena semakin hari semakin jelas terlihat dan semakin sering muncul akhirnya coba mencari tahu sendiri di social media dan hasilnya menjurus ke ciri-ciri retinoblastoma (kanker mata) pada anak yang bisa menyerang anak di usia 0-5 tahun,” ucapnya kepada kumparanMOM, Rabu (19/8).
Diperiksa saat Usia 4 Bulan
Saat Musa berusia 4 bulan, Ibu Vio membawanya ke klinik spesialis mata. Dari pemeriksaan awal, dokter mencurigai kondisi tersebut mengarah pada kanker dan merujuk Musa ke rumah sakit dengan fasilitas lebih lengkap.
Musa kemudian menjalani pemeriksaan menggunakan oftalmoskop, USG mata, dan CT scan. Hasilnya menunjukkan adanya massa tumor pada mata kanan. Karena tumor berada di retina dan letaknya sangat dekat dengan saraf menuju otak, dokter menyarankan pengangkatan bola mata untuk mencegah penyebaran yang dapat mengancam nyawa.
Sedih, tapi Kesehatan Anak Jadi Prioritas
Keputusan untuk mengangkat bola mata anak tentu bukan hal mudah bagi Ibu Vio. Ia mengaku sedih dan sempat sulit menerima kenyataan bahwa Musa harus kehilangan satu mata karena kanker. Namun, kesehatan Musa menjadi prioritas utama.
Perasaanya jelas sedih banget dan sulit awalnya untuk nerima kalo anak ku harus kehilangan satu matanya karena kanker tapi yang penting kesehatan anak nomer satu dan aku tetap bisa melihat dia tumbuh tiap harinya.
“Perasaan jelas sedih banget dan sulit awalnya untuk nerima kalau anakku harus kehilangan satu matanya karena kanker. Tapi yang penting kesehatan anak nomer satu dan aku tetap bisa melihat dia tumbuh tiap harinya,” ujarnya.
Kini, Musa masih dapat melihat menggunakan mata kirinya yang sehat. Sementara mata kanan yang telah diangkat sudah tidak dapat melihat kembali.
Menggunakan Protesa Mata
Setelah menjalani pengangkatan bola mata, Musa menggunakan protesa mata atau mata palsu yang berfungsi untuk kebutuhan estetika agar tampilan mata terlihat lebih natural.
Terkait pertanyaan mengenai donor mata, Ibu Vio menjelaskan bahwa bola mata yang telah diangkat tidak dapat digantikan dengan donor bola mata. Donor mata yang umumnya dilakukan adalah donor kornea, bukan keseluruhan bola mata.
“Jadi dia hanya menggunakan protesa mata (mata palsu) yang bertujuan hanya untuk estetika saja biar orang tidak memandang aneh matanya,” tutur Ibu Vio.
Tantangan berikutnya bagi Ibu Vio adalah mempersiapkan diri untuk menjelaskan kondisi tersebut kepada Musa ketika ia mulai memahami keadaannya sekaligus membantu membangun kepercayaan dirinya.
Lantas, Apa Itu Retinoblastoma?
Dikutip dari laman American Cancer Society, retinoblastoma adalah kanker yang berkembang pada retina, yaitu bagian di belakang bola mata. Kanker ini terjadi ketika sel-sel retina yang seharusnya berhenti tumbuh justru berkembang secara tidak terkendali.
Orang tua perlu mewaspadai beberapa tanda yang dapat menjadi gejala retinoblastoma, seperti:
-Mata kucing atau leukokoria: pupil memantulkan cahaya putih saat terkena flash
-Mata juling: posisi kedua mata tampak tidak sejajar
-Perubahan warna iris: warna iris mata kanan dan kiri terlihat berbeda
-Mata merah atau meradang tanpa sebab yang jelas
-Sering menyipitkan mata
-Mata tampak menonjol dari rongganya
Jika menemukan tanda-tanda tersebut pada si kecil, segera periksakan ke dokter spesialis mata anak untuk mendapatkan pemeriksaan lebih lanjut. Deteksi dan penanganan sedini mungkin penting untuk kondisi mata anak.
