Berhubungan Seks Sebelum 40 Hari Usai Melahirkan, Apa Risikonya?

1 September 2021 19:16
·
waktu baca 2 menit
sosmed-whatsapp-whitecopy-link-circlemore-vertical
Berhubungan Seks Sebelum 40 Hari Usai Melahirkan, Apa Risikonya? (239836)
searchPerbesar
Ilustrasi Masalah Seks Suami Istri Foto: Pixabay
Usai melahirkan, para ahli umumnya merekomendasikan pasangan suami istri untuk menghindari hubungan seks hingga 40 hari atau kurang lebih 6 minggu. Rekomendasi ini berlaku untuk mereka yang melahirkan normal, Moms. Sementara bagi yang menjalani persalinan caesar, sebaiknya menunggu hingga 8 minggu.
ADVERTISEMENT
Alasannya? Laman resmi American College of Obstetricians and Gynecologists (ACOG) melansir, setelah melahirkan tubuh wanita memasuki fase penyembuhan dan perlu waktu untuk pulih.
Namun bagaimana bila gairah untuk bercinta muncul lebih cepat dan sulit ditahan? Apa saja sebenarnya risiko berhubungan seks terlalu dini setelah melahirkan?

Risiko Hubungan Seks Terlalu Dini Setelah Melahirkan

Berhubungan Seks Sebelum 40 Hari Usai Melahirkan, Apa Risikonya? (239837)
searchPerbesar
Depresi dapat menurunkan gairah seks ibu pascamelahirkan Foto: Unsplash
Mengutip Medical News Today, melakukan hubungan seksual terlalu dini, terutama dalam 2 minggu pertama sangat berisiko. Sebab sebelum 6 minggu, umumnya pendarahan belum berhenti, serviks belum menutup dan robekan perineum atau episiotomi belum sembuh. Episiotomi adalah pemotongan bedah untuk memperlebar saluran vagina saat proses persalinan.
Berhubungan seks terlalu dini juga dapat meningkatkan risiko komplikasi, seperti perdarahan pascapersalinan (postpartum) dan infeksi rahim.
ADVERTISEMENT
Perlu diingat juga, Moms, tubuh setiap ibu maupun proses persalinannya berbeda-beda. Sehingga idealnya, bidan atau dokter masih perlu memeriksa kondisi ibu setelah 6 (atau 8 minggu untuk yang melahirkan caesar) pascapersalinan.
Bila semuanya baik-baik saja, baru lah bidan atau dokter dapat memberi 'lampu hijau' pada ibu untuk kembali berhubungan seks dengan suami tercinta. Jadi bila belum 6 atau 8 minggu, sabar ya!
Baca Lainnya
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020