Kumparan Logo

Berhubungan Seks Sebelum 40 Hari Usai Melahirkan, Apa Risikonya?

kumparanMOMverified-green

ยทwaktu baca 2 menit

comment
2
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi Masalah Seks Suami Istri Foto: Pixabay
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Masalah Seks Suami Istri Foto: Pixabay

Usai melahirkan, para ahli umumnya merekomendasikan pasangan suami istri untuk menghindari hubungan seks hingga 40 hari atau kurang lebih 6 minggu. Rekomendasi ini berlaku untuk mereka yang melahirkan normal, Moms. Sementara bagi yang menjalani persalinan caesar, sebaiknya menunggu hingga 8 minggu.

Alasannya? Laman resmi American College of Obstetricians and Gynecologists (ACOG) melansir, setelah melahirkan tubuh wanita memasuki fase penyembuhan dan perlu waktu untuk pulih.

kumparan post embed

Namun bagaimana bila gairah untuk bercinta muncul lebih cepat dan sulit ditahan? Apa saja sebenarnya risiko berhubungan seks terlalu dini setelah melahirkan?

Risiko Hubungan Seks Terlalu Dini Setelah Melahirkan

Depresi dapat menurunkan gairah seks ibu pascamelahirkan Foto: Unsplash

Mengutip Medical News Today, melakukan hubungan seksual terlalu dini, terutama dalam 2 minggu pertama sangat berisiko. Sebab sebelum 6 minggu, umumnya pendarahan belum berhenti, serviks belum menutup dan robekan perineum atau episiotomi belum sembuh. Episiotomi adalah pemotongan bedah untuk memperlebar saluran vagina saat proses persalinan.

Berhubungan seks terlalu dini juga dapat meningkatkan risiko komplikasi, seperti perdarahan pascapersalinan (postpartum) dan infeksi rahim.

kumparan post embed

Perlu diingat juga, Moms, tubuh setiap ibu maupun proses persalinannya berbeda-beda. Sehingga idealnya, bidan atau dokter masih perlu memeriksa kondisi ibu setelah 6 (atau 8 minggu untuk yang melahirkan caesar) pascapersalinan.

Bila semuanya baik-baik saja, baru lah bidan atau dokter dapat memberi 'lampu hijau' pada ibu untuk kembali berhubungan seks dengan suami tercinta. Jadi bila belum 6 atau 8 minggu, sabar ya!