Kumparan Logo

Bisakah Bayi Diajari Dua Bahasa Sekaligus?

kumparanMOMverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
3
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi orang tua mengajak bayi bicara atau mengobrol. Foto: Shutter Stock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi orang tua mengajak bayi bicara atau mengobrol. Foto: Shutter Stock

Orang tua perlu mengajak bayi bicara untuk menstimulasi tumbuh kembangnya. Biasanya, orang tua menggunakan bahasa yang sering digunakan di rumah. Namun, beberapa orang tua juga menggunakan bahasa kedua untuk berbicara dengan bayi, seperti bahasa daerah dan bahasa asing.

Nah Moms, sebenarnya bisa tidak ya mengajak bayi bicara dengan dua bahasa? Simak penjelasan berikut ini sebagaimana dikutip dari Verywell Family.

Mengajari Bayi Dua Bahasa, Bisa Enggak Ya?

Ilustrasi ibu mengajari bayi bicara. Foto: Shutterstock

Mengajak bayi bicara dengan dua bahasa yang berbeda mungkin terasa lebih menantang bagi sebagian orang tua. Namun, bayi yang tumbuh dalam keluarga yang menggunakan dua bahasa sehari-hari cenderung lebih mudah mempelajarinya secara alami. Jika dalam keluarganya hanya menggunakan satu bahasa, si kecil tetap bisa mempelajari bahasa lain dari lingkungannya.

Sebuah penelitian yang dilakukan di Madrid, Spanyol, mencoba melihat bagaimana proses bayi mempelajari bahasa lain. Studi tersebut melibatkan anak berusia 7 – 33,5 bulan di empat pusat pendidikan bayi umum di Madrid. Bayi dan balita tersebut diberikan sesi belajar bahasa Inggris secara berkelompok selama satu jam setiap hari. Sesi belajar bahasa Inggris tersebut berjalan selama 18 minggu.

Penelitian tersebut menemukan bahwa sistem belajar bahasa Inggris secara berkelompok yang diterapkan pada anak-anak tersebut lebih efektif dibanding metode lainnya. Bahkan, mereka tetap bisa menggunakan kata-kata baru dalam bahasa Inggris setelah masa penelitian itu berakhir.

Bagaimana Proses Bayi Belajar Jadi Bilingual?

Ilustrasi ibu mengajak bayi bicara. Foto: Shutterstock

Sebuah studi menunjukkan bahwa makin dini orang tua memperkenalkan bahasa kedua pada bayi, makin besar peluang si kecil untuk menjadi bilingual.

Saat mempelajari bahasa kedua, jaringan dan jalur otak bayi belum terbentuk sepenuhnya, sehingga otak dapat mengatur jaringan lagi untuk bahasa tersebut. Proses ini hanya bisa dialami oleh otak bayi. Itulah sebabnya orang dewasa cenderung lebih sulit mempelajari bahasa baru dibanding bayi dan anak-anak usia dini, Moms.

Oleh karena itu, penting bagi orang tua untuk memperkenalkan bayi pada bahasa kedua, terutama sebelum bayi memasuki usia 1 tahun. Pasalnya, sebuah studi lainnya menemukan bahwa pada usia 1 tahun, persepsi bayi tentang cara mendengar kata-kata menyempit ke bahasa pertamanya.

Ya Moms, bayi sebenarnya memiliki kemampuan untuk mendengarkan semua jenis bahasa. Namun, saat memasuki usia satu tahun, ia mulai fokus pada satu bahasa secara spesifik.

Namun, jika Anda melewati masa tersebut, jangan khawatir, Moms. Anak-anak yang mengenal dua bahasa sebelum lima tahun juga tetap merasakan manfaat dalam perkembangan otaknya.

kumparan post embed