Bisakah Bayi Terinfeksi Salmonella dari ASI?
·waktu baca 2 menit

Bayi memiliki sistem pencernaan yang sensitif, sehingga mudah mengalami masalah seperti sembelit, diare, hingga risiko infeksi. Jika bayi masih menyusu, risiko infeksi bahkan bisa datang dari makanan yang dikonsumsi ibu.
Misalnya saja ketika ibu menyusui mengkonsumsi makanan yang tidak higienis atau mentah yang berisiko menyebabkan infeksi bakteri salmonella. Lantas, apakah bayi akan terinfeksi salmonella dari ASI yang diminumnya?
Kemungkinan Bayi Terinfeksi Salmonella dari ASI
Mengutip Mother to Baby, beberapa penelitian menunjukkan bakteri salmonella bisa masuk ke dalam ASI dan menginfeksi bayi yang menyusu –bahkan jika ibu tidak mengalami gejala infeksi. Benar, hal ini biasanya terjadi ketika ibu menyusui mengkonsumsi makanan mentah, setengah matang, ataupun makanan yang terkontaminasi termasuk jenis daging dan telur.
Tak hanya itu, ibu menyusui yang positif terinfeksi salmonella juga bisa menularkan kondisinya melalui ASI. Oleh karena itu, penting bagi ibu berkonsultasi pada dokter jika ingin menyusui bayi saat terinfeksi salmonella.
Mengutip Healthline, infeksi bakteri salmonella disebut salmonellosis yang menyebabkan masalah pencernaan seperti kram perut, diare, muntah dan demam tinggi. Gejala tersebut biasanya muncul 6 jam hingga 6 hari setelah terinfeksi dan bisa berlangsung selama 4-7 hari setelah mengkonsumsi makanan yang terkontaminasi.
Infeksi bakteri salmonella sebenarnya bisa sembuh dengan sendirinya dalam beberapa hari pada kebanyakan orang. Namun hal ini menjadi berbeda pada kelompok rentan seperti, lansia, ibu hamil, ibu menyusui, anak-anak, serta bayi.
Mereka berisiko mengalami gejala yang lebih parah karena sistem kekebalan tubuh yang lemah. Pada anak-anak dan bayi, infeksi salmonella bisa disertai dehidrasi parah dan buang air besar berdarah yang mengkhawatirkan, Moms. Selain itu, infeksi salmonella juga bisa berisiko jangka panjang karena bayi tidak mendapatkan asupan nutrisi maksimal akibat paparan bakteri.
Meski begitu, bayi yang terinfeksi bakteri salmonella dari ASI termasuk kasus yang jarang terjadi. Mengutip Web MD, penelitian menunjukkan bayi yang minum ASI memiliki risiko lebih kecil untuk terpapar patogen dan bakteri dari ASI termasuk salmonella.
Sementara itu, bayi yang diberi susu formula dianggap lebih berisiko mengalami infeksi salmonella. Susu formula memang sudah diproses dengan sterilisasi, namun penggunaan air yang terkontaminasi bakteri, persiapan yang tidak higienis, atau penyimpanan susu yang buruk bisa meningkatkan risiko infeksi, Moms.
