Waspada Bakteri Salmonela, Ini Cara Aman Olah Telur jadi MPASI Bayi
·waktu baca 1 menit

Telur merupakan makanan kaya protein yang bisa diolah jadi berbagai menu makanan pendamping ASI atau MPASI. Ya Moms, bahkan telur boleh diberikan sejak awal masa pemberian MPASI bayi.
Namun kita perlu mengingat, mengolah telur untuk bayi tidak boleh sembarangan.
Mengutip laman resmi Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), telur mentah mengandung bakteri salmonella yang bisa menginfeksi dan membuat bayi sakit. Bayi berisiko 4 kali lipat mengalami keracunan salmonellosis dibandingkan orang dewasa yang mengkonsumsi telur mentah atau setengah matang.
Gejala yang muncul akibat bakteri salmonella yakni diare berdarah, disertai demam, muntah, dan dehidrasi. Hal ini bisa membahayakan si kecil, apabila kekurangan cairan dan tidak segera diatasi.
Agar aman, yuk ikuti panduan mengolah telur jadi MPASI bayi berikut ini:
Tips Olah Telur jadi MPASI Bayi yang Sehat dan Aman
Yang pertama yang harus selalu dipastikan saat hendak memberi bayi telur adalah: jangan pernah berikan telur setengah matang atau mentah!
Berikut beberapa tips mengkonsumsi telur yang perlu diperhatikan agar terhindar dari salmonellosis:
Hindari membeli telur yang kotor atau retak.
Simpan telur di lemari pendingin pada suhu 0-4° C.
Cuci tangan dan alat yang bersentuhan dengan telur mentah.
Hindari mengkonsumsi telur mentah atau setengah matang.
Bagian putih dan kuning telur harus dimasak hingga mengeras. Bila memasak makanan yang mengandung telur, maka masakan harus dimasak hingga mencapai suhu minimal 71°C. Telur yang dimasak hingga matang tidak kehilangan kandungan nutrisinya, bahkan telur yang sudah matang tersebut lebih mudah dicerna oleh pencernaan bayi.
Telur yang sudah matang harus dikonsumsi segera dan tidak dibiarkan dalam suhu ruang lebih dari 2 jam untuk menghindari kontaminasi kuman.
Yang juga tidak kalah penting, perhatikan kondisi bayi dengan seksama setelah diberi telur. Sebab sebagian bayi, alergi terhadap telur. Bila tidak ada reaksi alergi, pemberian telur untuk bayi dapat diteruskan.
