Bisakah Infeksi Nifas Dicegah?

16 Mei 2022 17:00
·
waktu baca 2 menit
sosmed-whatsapp-whitecopy-link-circlemore-vertical
Bisakah Infeksi Nifas Dicegah? (23928)
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi infeksi nifas. Foto: bluedog studio/Shutterstock
ADVERTISEMENT
Setelah melahirkan, beberapa ibu berisiko mengalami masalah kesehatan seperti infeksi nifas atau infeksi postpartum. Infeksi setelah melahirkan disebabkan oleh paparan bakteri sejak kehamilan atau saat proses persalinan berlangsung.
ADVERTISEMENT
Ya Moms, kondisi ini bisa terjadi pada ibu yang melahirkan normal atau pun caesar. Apalagi jika Anda melakukan persalinan caesar tidak terjadwal, yang dilakukan setelah proses persalinan normal dimulai. Biasanya, infeksi nifas terjadi hingga enam minggu setelah kelahiran bayi.
“Infeksi nifas dapat mempengaruhi 5-24 persen ibu setelah melahirkan yang bisa berlangsung hingga enam minggu setelahnya,” jelas dokter medis, dr. Bisny T. Joseph, MD, seperti dikutip dari Mom Junction.
Jika tidak ditangani dengan baik, infeksi nifas bisa mengancam keselamatan ibu. Lantas, bisakah infeksi nifas dicegah?

Cara Mencegah Infeksi Nifas setelah Melahirkan

Bisakah Infeksi Nifas Dicegah? (23929)
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi sakit perut karena infeksi nifas. Foto: Shutterstock
Menurut dr. Bisny, tidak ada cara pasti untuk mencegah infeksi nifas setelah melahirkan. Karena penyebab utama infeksi ini adalah bakteri yang bisa berasal dari dalam rahim, ataupun dari alat medis yang digunakan saat bersalin.
ADVERTISEMENT
Oleh karena itu, satu-satunya hal yang bisa dilakukan untuk mencegah kondisi ini adalah dengan selalu menjaga kebersihan tubuh sejak masa kehamilan, Moms. Berikut ini beberapa cara yang bisa dilakukan ibu untuk menjaga kebersihan:
  • Rajin mencuci tangan dengan sabun setiap sebelum atau sesudah menyentuh benda.
  • Hindari mencukur bulu vagina sebelum melahirkan.
  • Hindari hubungan seksual atau memasukkan sesuatu ke dalam vagina sampai pendarahan vagina berhenti setelah melahirkan.
  • Sebaiknya hanya menggunakan pembalut untuk menampung darah nifas, bukan tampon, ataupun menstrual cup. Jangan lupa untuk mengganti pembalut setiap 3-4 jam sekali.
  • Pastikan tangan bersih sebelum menyentuh area perineum, dan sebaiknya menyeka vagina dari depan ke belakang setelah buang air kecil.
  • Hindari penggunaan kolam renang umum, sauna, dan bak mandi, setelah melahirkan. Lokasi ini bisa menjadi sumber paparan bakteri, terlebih organ vital ibu biasanya masih sensitif usai persalinan.
  • Jika merasakan sesuatu yang salah pada tubuh, terutama pada area perut dan vagina, segeralah menghubungi dokter.
ADVERTISEMENT
Baca Lainnya
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020