Kumparan Logo

Bolehkah Anak Makan Telur Setiap Hari?

kumparanMOMverified-green

ยทwaktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Anak Suka Makan Telur, Berapa Banyak yang Boleh Dimakan Tiap Harinya? Foto: Shutter Stock
zoom-in-whitePerbesar
Anak Suka Makan Telur, Berapa Banyak yang Boleh Dimakan Tiap Harinya? Foto: Shutter Stock

Telur merupakan salah satu sumber protein yang baik dan umumnya disukai anak. Parents melansir, tak hanya protein, dalam sebutir telur terdapat berbagai vitamin dan mineral yang baik untuk tubuh. Mulai dari vitamin A, D dan B kompleks, kolin, hingga selenium.

Telur juga mudah diolah. Bisa digoreng jadi telur dadar, telur orak-arik, telur ceplok atau mata sapi bahkan sekadar direbus.

Tak heran bila banyak ibu yang biasa menyetok telur di rumah dan menjadikannya makanan 'penyelamat' yang dapat dihidangkan dengan cepat.

Tapi apakah anak boleh mengkonsumsi telur setiap hari? Atau karena sangat suka, apakah boleh anak makan lebih dari 1 butir telur per hari?

Berapa Banyak dan Sesering Apa Anak Boleh Makan Telur?

Ilustrasi telur Foto: Shutter Stock

Menurut Dokter Ahli Gizi, Prof. Dr. dr Saptawati Bardosono, MSc sebenarnya bukan jumlah telur yang menjadi patokan orang tua dalam pemenuhan protein harian anak. Melainkan jumlah asupan protein yang dibutuhkan anak setiap harinya. Pasalnya, protein juga bisa diperoleh dari sumber makanan lain.

"Bukan jumlah telur, tetapi jumlah asupan protein dari makanan harus sesuai AKG. Kemudian dibagi sebagai asupan makanan kaya protein termasuk telur," kata dr. Saptawati kepada kumparanMOM beberapa waktu lalu.

Jumlah AKG atau Angka Kecukupan Gizi protein tersebut juga harus disesuaikan dengan usia anak, Moms. Berdasarkan tabel AKG yang dirilis dalam Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia No. 28 Tahun 2019 Tentang AKG yang Dianjurkan untuk Masyarakat Indonesia, anak usia 6-11 bulan membutuhkan sebanyak 15 gram protein. Usia 1-3 tahun sebanyak 20 gram, 4-6 tahun 25 gram dan usia 7-9 tahun sebanyak 40 gram.

kumparan post embed

Perlu diketahui, satu butir telur umumnya mengandung 5,5 gram protein. Dari sini, kita dapat menghitung dan menyesuaikan dengan kebutuhan si kecil seperti yang telah dijelaskan di atas.

Bila belum cukup, orang tua bisa memenuhi kebutuhan protein anak dari bahan lain seperti ayam, daging, susu atau keju.

Waspada Bila Anak Terlalu Banyak Makan Telur

Ilustrasi anak balita makan telur Foto: Shutter Stock

Meski begitu, tak semua kandungan dalam telur menyehatkan, Moms. Sebab telur juga mengandung 186 miligram kolesterol dan 5 gram lemak (1,5 gram lemak jenuh). Dua zat ini sebaiknya dikonsumsi terbatas untuk menjaga kesehatan jantung.

Menurut American Heart Association, batas harian kolesterol adalah 300 mg. Namun, jika seseorang punya riwayat penyakit jantung, batas harian kolesterolnya kurang dari 200 mg. Artinya, satu butir telur sudah memenuhi lebih dari setengah batas kolesterol harian si kecil.

kumparan post embed

Mengutip Very Well Family, itu lah kenapa anak sebaiknya tidak makan telur berlebihan terutama bila ia sudah mengkonsumsi makanan lain yang mengandung kolesterol seperti susu sapi murni, keju, yoghurt, atau es krim.