Bolehkah Bayi Makan Belut?

18 November 2019 9:05
sosmed-whatsapp-whitecopy-link-circlemore-vertical
Ilustrasi belut. Foto: Shutter Stock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi belut. Foto: Shutter Stock
ADVERTISEMENT
Di usia 6 bulan, bayi sudah boleh diperkenalkan dengan makanan padat. Hanya saja, jenis makanan yang boleh dikonsumsinya masih terbatas. Ya Moms, ada beberapa jenis makanan, yang sebaiknya tidak diberikan di awal pemberian MPASI.
ADVERTISEMENT
Tapi, bagaimana dengan belut? Apakah aman dikonsumsi bayi?
Menurut Dokter Spesialis Anak, dr. Wiyarni Pambudi Sp. A, IBCLC, bayi boleh saja mengkonsumsi belut. Hanya saja tekstur pemberiannya disesuaikan dengan usia si kecil dan pastikan belut memang benar-benar matang.
"Boleh. Asal dimasak matang," ujar dr. Wiyarni Pambudi kepada kumparanMOM, Minggu (17/11).
memberi bayi makan Foto: Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
memberi bayi makan Foto: Shutterstock
Mengutip Mom Junction, belut kaya akan protein yang baik untuk bayi, Moms. Kandungan protein dalam belut mencapai 18,4 g per 100 gram daging belut. Kandungan protein yang terdapat pada belut bisa membantu tubuh bayi menjadi lebih sehat.
Bayi Anda juga bisa memiliki sel darah yang sehat sehingga ia terhindar dari anemia, yaitu kondisi ketika darah tidak memiliki sel darah merah sehat yang cukup. Protein dalam belut juga bisa mencukupi kebutuhan bayi yang sedang masuk dalam masa pertumbuhan dan mendukung pertumbuhan organ pencernaan dan jaringan tubuh bayi yang lain.
Ilustrasi belut. Foto: Shutter Stock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi belut. Foto: Shutter Stock
Selain kaya akan protein, belut mengandung vitamin A dan vitamin B12. Kandungan vitamin A pada belut sekitar 7093 IU per 100 gram yang bermanfaat sebagai bahan antioksidan alami untuk mencegah terjadinya kerusakan mata pada si kecil. Sedangkan Vitamin B12 penting untuk mengatasi masalah peredaran darah, mencegah kerusakan fungsi DNA dan menjaga sistem syaraf dalam tubuh bayi.
ADVERTISEMENT
Belut juga mengandung fosfor yang baik untuk bayi. Fosfor berperan untuk menjaga tulang bayi tetap sehat serta menjaga jaringan tubuh bayi tetap normal sesuai usianya. Sehingga bayi terhindar dari masalah akibat kekurangan kalsium, Moms.
Ilustrasi belut. Foto: shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi belut. Foto: shutterstock
Bila ini adalah pengalaman pertama Anda memberikan belut pada bayi, maka sebaiknya berkonsultasilah terlebih dahulu dengan dokter atau memberikannya dalam porsi kecil untuk menguji alerginya. Jika ia mengalami gatal, bengkak pada mata, atau sesak napas, itu artinya si kecil kemungkinan besar alergi terhadap belut. Pada kondisi itu, hentikan pemberian belut padanya untuk sementara waktu.
Jika terbebas dari alergi, maka Anda boleh memberikan belut pada si kecil, Moms. Anda bisa mengolah belut dengan mencampurkannya dalam bubur bayi atau mencampurkannya dalam sayuran, sup, atau pun hidangan lainnya.
ADVERTISEMENT
Baca Lainnya
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020