Kumparan Logo

Bolehkah Ibu Hamil Luluran?

kumparanMOMverified-green

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi lulur. Foto: Getty Images
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi lulur. Foto: Getty Images

Banyak perubahan fisik dan psikologis yang dialami ibu hamil. Mulai dari morning sickness, keputihan, sakit punggung, mudah lelah, mood swings hingga merasa cemas berlebihan karena aktivitas hormon.

Karena semua tantangan yang dilalui, ibu hamil tentu berhak memanjakan diri sesekali. Pilihan Anda mungkin jatuh pada luluran, metode perawatan kulit yang juga menimbulkan efek relaksasi.

Lantas, amankah ibu hamil luluran?

Luluran atau body scrub sebenarnya bertujuan untuk mengangkat sel mati pada lapisan kulit. Penumpukan sel kulit mati menyebabkan kulit tampak kusam. Mengutip Mom Junction, ketika sel kulit mati ini disingkirkan, pembentukan sel baru meningkat sehingga kulit lebih lembut dan glowing.

Ilustrasi Perawatan Kulit Ibu Hamil Foto: Thinkstock

Manfaat luluran tak hanya berhenti di situ, Moms. Mengangkat sel kulit mati juga dapat memperbaiki sirkulasi darah. Pelembab yang rutin Anda gunakan juga lebih menyerap sehingga lebih efektif menutrisi kulit.

Tentu ibu hamil juga mau menikmati segudang manfaat luluran di atas.

Mengutip laman Baby Center, luluran aman dilakukan oleh ibu hamil. Alasannya, material lulur tidak akan menyerap ke dalam tubuh melalui kulit. Bayi Anda akan tetap aman karena perawatan itu hanya berlangsung di lapisan luar tubuh.

Ilustrasi ibu hamil luluran Foto: Pixabay

Namun ibu hamil lebih direkomendasikan untuk menggunakan lulur berbahan gula daripada garam. Lulur berbahan gula lebih lembut dan menghidrasi, sedangkan garam dianggap lebih “agresif” dan keras. Apalagi mengingat selama masa kehamilan, kulit wanita cenderung lebih sensitif karena peningkatan jumlah darah yang beredar.

Jika Anda luluran di pusat perawatan, sebaiknya beritahu terapis Anda bahwa Anda sedang hamil. Sehingga, terapis akan menyesuaikan, seperti akan menyesuaikan bahan lulur yang aman buat ibu hamil, memijat lebih lembut, menggosok kulit (scrubbing) tidak terlalu keras, dan sebaiknnya juga mengganjal posisi Anda saat telentang.