Bolehkah Ibu Hamil Makan Jeroan?

Ibu hamil wajib menjaga asupan makan, itu tak lain demi kesehatan dirinya serta janin. Lantas bagaimana dengan mengonsumsi jeroan atau isi perut hewan seperti hati, babat dan usus hewan? Biasanya, bagian-bagian ini juga diolah jadi hidangan favorit keluarga saat hari istimewa. Sup atau gulai saat hari raya misalnya.
Kepada kumparanMOM, dr. Jovita Amelia, Sp.GK, dokter gizi klinik dari Ciputra Hospital, Jakarta, menuturkan, sebaiknya ibu hamil menghindari aneka makanan jeroan, karena calon ibu berisiko mengalami kenaikan berat badan berlebih akibat kandungan tinggi dari jeroan yakni lemak, serta dapat meningkatkan kolestrol. Bahkan, hal ini berlaku bukan hanya bagi ibu hamil, tapi juga seluruh anggota keluarga Anda.
Lebih lanjut, sejumlah risiko mengintai bagi ibu hamil yang memiliki kelebihan berat badan seperti obesitas, diabetes gestasional, keguguran dan masalah lainnya. Sedangkan kolestrol yang tinggi juga bisa memicu berbagai penyakit serius.
Jeroan memang terasa lezat dan gurih. Di Indonesia dan beberapa negara lain, makan jeroan merupakan hal biasa, bahkan kerap dijadikan lauk maupun camilan. Jeroan itu sendiri mengandung lemak, protein, karbohidrat, vitamin, fosfor, asam folat, zat besi serta nutrisi baik lainnya. Namun, jumlahnya sangat sedikit.

"Karena sedikit (jumlah nutrisinya) jadi, bila ingin mendapatkan sumber nutrisi tersebut lebih baik lewat sumber sehat lainnya saja. Misalnya kalau protein bisa lewat daging dan fosfor dari susu," kata dr. Jovita.
Di beberapa negara juga, jeroan justru termasuk 'produk sampah' yang tidak layak dikonsumsi manusia lho, Moms. Tapi dijadikan pakan ternak. Nah, bagaimana dengan ibu hamil yang ngidam makan jeroan? Menurut dr. Jovita, bagi ibu hamil yang ingin sekali makan jeroan, boleh-boleh saja, namun pastikan jumlahnya tidak banyak dan tidak sering, misalnya sebulan sekali.
Pastikan, saat Idul Adha esok, Anda menahan diri agar tidak tergoda atau setidaknya mengurangi mengonsumsi jeroan, ya!
