Bukan Kebiri! Ini Fakta Sebenarnya tentang Vasektomi pada Pria
·waktu baca 2 menit

Vasektomi masih sering disalahpahami, terutama karena banyak orang mengaitkannya dengan kebiri atau mengira prosedur ini akan mempengaruhi fungsi seksual pria. Padahal, secara medis, vasektomi merupakan salah satu metode kontrasepsi yang aman dan memiliki tujuan berbeda. Lalu, sebenarnya apa itu vasektomi?
Menurut Dokter Spesialis Kebidanan dan Kandungan, dr. Andrew Yurius Christian, SpOG, kontrasepsi secara umum terbagi menjadi dua jenis, yaitu yang bersifat sementara (bisa dilepas atau diulang) dan yang bersifat permanen. Vasektomi termasuk dalam kategori kontrasepsi permanen untuk pria.
Vasektomi Bukan Kebiri, Ini Perbedaannya
Salah satu hal penting yang perlu dipahami adalah bahwa vasektomi berbeda dengan kebiri. Pada vasektomi, tindakan yang dilakukan tergolong minimal invasif atau tidak memerlukan operasi besar.
“Yang dilakukan adalah memotong saluran yang menyalurkan sperma dari testis ke prostat dan keluar. Jadi saluran yang keluar dari testis itu yang diputus, gitu,” ucap dr. Andrew saat live TikTok bersama kumparanMOM, Kamis (9/4).
Testis tetap ada dan berfungsi seperti biasa. Produksi hormon testosteron pun tetap berjalan normal karena tidak ada bagian hormon yang terganggu dalam prosedur ini.
Tidak Mempengaruhi Fungsi Seksual
Banyak pria khawatir vasektomi akan berdampak pada performa seksual. Namun, dr. Andrew menegaskan bahwa secara umum, pria yang menjalani vasektomi tidak mengalami perbedaan dalam fungsi seksualnya.
Mulai dari libido, kemampuan ereksi, hingga proses ejakulasi tetap berlangsung seperti biasa. Tidak ada perubahan dari segi rasa, tampilan, maupun bau air mani.
Perbedaan hanya terletak pada isi air mani tersebut. Setelah vasektomi, air mani tidak lagi mengandung sperma. Hal ini biasanya bisa dipastikan melalui pemeriksaan laboratorium dengan mikroskop.
“Hanya isinya tidak ada sperma di dalamnya. Jadi air mani itu dihasilkan oleh prostat, sedangkan testis itu menghasilkan sel sperma,” ungkapnya.
Vasektomi bisa menjadi pilihan bagi pasangan yang sudah tidak berencana memiliki anak lagi dan ingin metode kontrasepsi yang efektif serta permanen. Meski begitu, keputusan ini tentu perlu dipertimbangkan secara matang dan didiskusikan bersama pasangan serta tenaga medis ya, Moms.
