Cara Agar Anak Lebih Aktif Bergerak di Sekolah
ยทwaktu baca 2 menit

Bermain adalah salah satu aktivitas yang digemari anak. Dengan begitu, mereka akan lebih banyak menghabiskan waktu bergerak dan meningkatkan kebugaran tubuh. Namun di era sekarang ini, anak-anak mungkin lebih memilih untuk menghabiskan lebih banyak waktu bermain gadget.
Tak hanya di rumah, di sekolah pun terkadang anak-anak lebih sering menggunakan gadget-nya saat jam istirahat, bahkan di tengah-tengah kelas olahraga. Hal ini tentunya membuat orang tua khawatir dengan kurangnya aktivitas fisik yang dilakukan si kecil karena dapat mengganggu kesehatan, salah satunya meningkatkan risiko terkena diabetes.
Ya Moms, tak dapat dimungkiri memang kemajuan teknologi terus berkembang. Sekolah juga kerap menggunakan perangkat elektronik seperti komputer, laptop, ataupun handphone sebagai sarana untuk mengerjakan tugas.
Padahal, mengajak anak untuk aktif bergerak memiliki beberapa manfaat, seperti meningkatkan fungsi otak, kecerdasan anak, dan kinerja akademik, serta menguasai keterampilan fisik.
Lantas, apa yang perlu dilakukan para guru di sekolah?
Tips Agar Anak Lebih Aktif Bergerak di Sekolah
Berikan waktu istirahat lebih lama
Di beberapa sekolah, waktu istirahat anak di sekolah kerap dipersingkat untuk menghindari kontak erat antarsiswa selama pandemi. Akibatnya, anak-anak akan lebih sering duduk dan fokus mengerjakan tugas sekolah yang diberikan oleh guru.
Dikutip dari Very Well Family, waktu istirahat sebenarnya bisa digunakan sebagai waktu tambahan agar anak melakukan aktivitas fisik. Misalnya, setelah makan siang, anak-anak bisa bermain sebentar, meskipun hanya sekedar kejar-kejaran dengan durasi waktu 5-10 menit.
Sementara menurut American Academy of Pediatrics, terdapat hubungan kuat antara waktu istirahat dengan perilaku anak di sekolah. Ya Moms, waktu istirahat dapat meningkatkan kemampuan belajar, daya ingat, dan membangun keterampilan sosial anak di sekolah.
Olahraga
Selain mengikuti kelas olahraga dengan teratur, anak-anak juga dapat melakukan aktivitas fisik sederhana di dalam kelas. Para peneliti menemukan bahwa menyelipkan gerakan fisik di sela-sela waktu belajar dapat bantu memperkuat kemampuan otak anak untuk belajar. Misalnya saja saat belajar matematika ataupun ilmu pengetahuan alam.
Tak perlu melakukan gerakan yang sulit, misalnya cukup dengan melompat di tempat sebanyak delapan kali, jalan di tempat selama 2-3 menit, ataupun peregangan agar tubuh anak menjadi lebih rileks.
Selain itu, anak juga bisa diajak untuk berpartisipasi atau aktif dalam kegiatan ekstrakurikuler olahraga, seperti main sepak bola, bulu tangkis, ataupun menari untuk siswa perempuan. Bahkan, ada juga beberapa sekolah yang mengadakan program kebugaran, seperti jalan kaki pulang pergi ke sekolah bila rumahnya tidak terlalu jauh. Semoga bermanfaat, Moms!
