Kumparan Logo

Cara Ajak Anak Main di Luar Rumah Tanpa Terpaksa

kumparanMOMverified-green

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi anak main di ruang terbuka. Foto: Shutter Stock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi anak main di ruang terbuka. Foto: Shutter Stock

Aktivitas di luar ruangan sangat bermanfaat untuk tumbuh kembang anak. Namun, setiap anak juga memiliki sifat dan karakternya masing-masing. Ada yang bisa langsung berbaur dengan orang baru, tapi beberapa anak juga punya rasa takut dan malu untuk bertemu orang lain.

Selain itu, pandemi COVID-19 yang terjadi hampir 3 tahun juga membuat si kecil terkurung di dalam rumah lebih lama. Mungkin ini juga yang membuat anak enggan untuk main di luar rumah. Oleh karenanya, dibutuhkan peran orang tua untuk aktif mengajak anaknya beraktivitas di ruang terbuka.

Tapi, bagaimana caranya?

Tips Mengajak Anak Main di Luar Rumah

Ilustrasi anak main lompat tali. Foto: Shutter Stock

Main di luar rumah itu penting, tapi sering kali orang tua lah yang keengganannya lebih tinggi untuk menemani anaknya bermain. Menurut Psikolog anak dari Rumah Dandelion, Orissa Anggita Rinjani, ibu dan ayah yang perlu berkorban alias mengumpulkan niat untuk mengajak anaknya keluar.

“Perlu usaha untuk mengalahkan rasa mager untuk keluar ruangan, jadi kitanya yang harus (berpikir) demi anak. Paling enggak kalau nggak bisa setiap hari minimal seminggu sekali aja deh keluar ruamhnya,” ujar Orissa dalam acara talkshow yang digelar Dancow Imunutri di RPTRA Garuda, Jakarta Timur, Jumat (21/7).

Saat pertama kali mengajak anak keluar rumah, pastikan untuk menemaninya bermain dulu. Sebab, lingkungan luar rumah yang baru mungkin terasa asing baginya. Sementara, anak-anak akan merasa lebih nyaman jika bermain dengan orang terdekatnya.

“Yang kedua kita nggak langsung maksa anak untuk main sama temannya, tapi kalau anak udah mau keluar dateng aja dulu, duduk di samping taman lihat-lihat dulu teman-temannya main itu udah cukup,” kata Orissa.

Ilustrasi anak bermain di taman bermain Foto: Shutterstock

Ibu dan ayah juga bisa mengajak anak bermain keluar rumah dengan tetap membawa mainan kesukaannya. Misalnya, kalau anak suka boneka, ya dibawa bonekanya untuk bermain pretend play sambil piknik di taman. Jadi, kehadiran sesuatu yang menjadi kesukaannya akan meningkatkan ketertarikannya dengan dunia luar, Moms.

Jika anak masih malu untuk berinteraksi dengan temannya, tidak masalah. Mereka tidak harus langsung bermain bersama, bisa juga hanya duduk berdampingan tapi saling menyibukan diri dengan mainannya masing-masing. Setidaknya, si kecil sudah terpapar bahwa ada lho anak-anak lain yang seumuran, lebih kecil, atau lebih besar darinya yang bisa diajak beraktivitas bersama.

Jangan lupa, tetap pastikan keamanan dan kenyamanan anak saat bermain di ruang terbuka. Tidak perlu selalu mengarahkan anak untuk melakukan atau tidak melakukan sesuatu. Tapi berikan saja pengertian soal risiko dan manfaat dari apa yang dilakukannya. Misalnya jika ia memasukkan tanah ke mulut itu kotor dan bisa jadi sumber penyakit.

kumparan post embed