Kumparan Logo

7 Syarat agar Anak Aman Main di Luar Ruangan

kumparanMOMverified-green

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi anak bermain dengan tetangga Foto: Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi anak bermain dengan tetangga Foto: Shutterstock

Bermain adalah dunianya anak-anak, Moms. Karenanya, bisa jadi si kecil lebih bersemangat bila Anda ajak bermain daripada melakukan hal yang lain.

Tak perlu merasa kesal, karena ini pertanda ia sehat dan bahagia! Anda justru perlu mendorong dan memfasilitasi anak untuk bermain, khususnya bermain di luar ruangan yang bisa memberi anak banyak manfaat.

Demikian menurut Dokter Spesialis Anak Konsultan Tumbuh Kembang dr. Catharine M. Sambo, Sp.A (K), dari RSPI - Pondok Indah dalam acara Small Media Discussion RS Pondok Indah Group - Pentingnya Bermain di Luar Untuk Tumbuh Kembang Anak, di Jakarta, Kamis (20/6).

ilustrasi anak bermain di luar rumah Foto: Shutterstock

Beberapa di antaranya adalah mengasah kemampuan fisik dan gerak, kecerdasan, dan kreativitas, keterampilan bahasa anak. Tapi sebelum membiarkan main di luar ruangan, orang tua juga perlu memastikan aspek keamanan, agar jangan sampai si kecil malah celaka. Caranya?

1. Tentukan batas aman

Di antaranya menentukan ruangannya itu seluas apa, batasnya di mana, adakah tumbuhan/binatang/benda berbahaya. Ya Moms, main di luar artinya juga perlu ada batasan demi kebaikan si kecil.

2. Keamanan alat bermain sesuai usia

Bila Anda berkunjung ke taman bermain dan akan membiarkan si kecil mengeksplor, pilihlah zona yang punya alat bermain dengan ukuran, tingkat kesulitan, dan kemampuan fisik yang anak dapat melaluinya. Bukan cuma itu, perhatikan alat mainnya itu tidak ada bagian yang berkarat/tajam/longgar/rusak, dan lain sebagainya.

3. Menggunakan peralatan keamanan diri

Perhatikan pula jenis permainan yang anak pilih, lalu berikan standar peralatan keamanan yang sesuai. Misalnya saat bermain sepatu roda, maka pastikan anak menggunakan helm, sarung tangan, pelindung siku dan lutut.

Anak di taman bermain Foto: Pixabay

4. Berpakaian sesuai cuaca dan suhu setempat

Tujuannya agar anak tidak kepanasan hingga mengalami heatstroke (sengatan panas), maupun kedinginan hingga hipotermia, misal saat berada di luar negeri.

5. Perhatikan juga risiko area luar ruangan

Seperti adakah risiko terjerat, jatuh dari ketinggian, tenggelam, cedera, panas dan dingin?

6. Ajari anak untuk berpegangan bila diperlukan.

Tapi Anda juga perlu waspada ketika si kecil sedang menggunakan sarung tangan, misal karena cuaca yang dingin. Sebab, hal ini bisa saja jadi membuat pegangan tak kuat dan licin.

7. Bimbingan dan pengawasan orang dewasa selalu diperlukan.

Pastikan Anda tidak melepas anak bermain begitu saja, Moms. Terlibat aktif saat bermain denngan anak juga diperlukan, agar dapat meningkatkan bonding atau ikatan.