Cara Ajari Anak Agar Tak Malu Bercerita saat Alami Pelecehan Seksual
·waktu baca 2 menit

Orang tua perlu waspada karena anak-anak rentan terhadap pelecehan seksual. Apalagi, pelecehan seksual pada anak dapat menimbulkan dampak buruk secara fisik dan psikologis bagi si kecil. Ya Moms, anak bisa saja merasa ketakutan dan trauma karena mengalami pelecehan seksual.
Beberapa anak mungkin mampu menceritakan hal buruk yang menimpanya pada ibu dan ayah. Tapi, rasa takut dan trauma yang lebih besar pada anak lain membuatnya enggan untuk memberi tahu orang tuanya tentang pelecehan seksual yang dialaminya.
Jika sudah begini, orang tua juga tidak bisa memberikan pertolongan segera pada anak karena tidak mengetahui ada peristiwa tersebut. Lantas antisipasi apa yang perlu ibu dan ayah lakukan?
Yang Perlu Dilakukan Orang Tua Agar Anak Mau Bercerita Jika Alami Pelecehan Seksual
Menurut Psikolog Anak dan Remaja, Rizqina P. Ardiwijaya, M.Psi., Psikolog, anak-anak yang mengalami pelecehan seksual cenderung menunjukkan perilaku menghindar yang pada akhirnya bisa berdampak pada psikologisnya. Oleh sebab itu, penting bagi orang tua untuk peka terhadap setiap perubahan anak.
“Dampak dari pelecehan seksual itu biasanya ada perilaku menghindar,” kata Rizqina kumparanMOM pada kumparanMOM beberapa waktu lalu.
Ketakutan dan trauma yang dirasakan anak membuatnya tidak punya keberanian dan tidak bisa mempercayai siapa pun untuk diajak berbicara. Agar hal ini tidak terjadi, ibu dan ayah perlu membangun kepercayaan dan menumbuhkan keterbukaan antara orang tua dan anak sejak dini melalui hal-hal kecil.
“Orang tua dapat membiasakan anak untuk menceritakan pengalaman dan perasaannya, baik positif maupun negatif setiap hari. Hal ini dapat dilakukan sepulang sekolah atau sebelum tidur,” jelas Rizqina.
Saat anak bercerita, sebaiknya simak dan dengarkan saja tanpa menginterupsinya. Biarkan si kecil berbagi tentang perasaannya secara terbuka dan maksimal. Usahakan untuk menerima dan memberikan respons terhadap pengalaman anak dengan tulus.
Lebih lanjut, psikolog yang berpraktik di Rumah Dandelion dan Ruang Mekar Azlia ini juga mengingatkan agar orang tua memberikan label pada emosi anak saat bercerita, apakah senang, sedih, atau kesal. Ini akan membantu Anda lebih peka terhadap perubahan emosi anak dan mencari tahu penyebabnya, Moms.
Jika sudah membiasakan hal ini, si kecil akan lebih mudah terbuka pada orang tuanya saat mengalami peristiwa baik maupun buruk pada dirinya.
Selain itu orang tua juga perlu melakukan pencegahan agar si kecil terhindar dari pelecehan seksual. Salah satunya adalah dengan mengenalkan area privat pada tubuh anak dan kewajiban untuk menjaganya agar tidak disentuh atau diperlihatkan pada orang lain.
