Kumparan Logo

Cara Ajari Anak Agar Terhindar dari Pelecehan Seksual

kumparanMOMverified-green

ยทwaktu baca 3 menit

comment
11
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Setop pelecehan seksual pada anak. Foto: Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Setop pelecehan seksual pada anak. Foto: Shutterstock

Siapa saja bisa mengalami pelecehan seksual saat berada di tempat umum, termasuk anak-anak. Apalagi, beberapa waktu terakhir, kita mendengar banyak sekali kasus pelecehan yang dialami anak-anak. Sebagai orang tua, Anda tentu tidak ingin si kecil menjadi korban pelecehan seksual ya, Moms.

Menurut Psikolog Anak dan Keluarga, Anna Surti Ariani, anak-anak rentan menjadi korban pelecehan seksual karena ternyata mereka kurang paham bahwa dirinya sedang dilecehkan.

"Anak yang paling rentan menjadi korban pelecehan seksual adalah anak-anak yang tidak tahu dan tidak mengerti bahwa mereka sedang dilecehkan," ucap wanita yang akrab disapa Nina itu dalam webinar 'Manfaatkan Libur Sekolah untuk Tingkatkan Kemampuan Sosialisasi dan Melepas Jenuh Anak' yang diselenggarakan Tokopedia, Selasa (28/6).

4 Cara yang Bisa Diajarkan ke Anak Agar Terhindar dari Pelecehan Seksual

Peran orang tua mencegah anak jadi korban pelecehan seksual. Foto: Shutter Stock

Nah Moms, peran orang tua sangat penting untuk menghindarkan anak-anak dari pelecehan seksual. Berikut beberapa cara yang bisa dilakukan menurut Psikolog Nina:

1. Pendidikan Seksual Sejak Dini

Cara pertama menurut Nina adalah pentingnya mengajarkan pendidikan seksual sejak usia dini. Dari usia sekitar 0-2 tahun, anak sudah bisa diajarkan mengenal anggota tubuh dengan nama-nama aslinya.

"Jangan pakai nama-nama yang beda. Contohnya, mohon maaf, sampaikan penis vagina ketimbang burung dan istilah lain. Jadi kalau ada sesuatu terjadi pada anak, ia bisa melaporkan dengan benar," kata Nina.

2. Biasakan Ganti Baju di Tempat Tertutup

Selain itu, anak perlu diajarkan untuk menghargai tubuhnya. Salah satu caranya membiasakan ganti baju pada tempat-tempat tertutup. Ya Moms, terkadang kita mungkin lebih memilih langsung mengganti baju si kecil karena malas mencari tempat tertutup. Misalnya, saat selesai bermain di pantai langsung mengganti bajunya di area terbuka, bukan di toilet atau mobil.

Ilustrasi ibu memeluk anak. Foto: Shutter Stock

3. Jangan Biarkan Orang Lain Menyentuh

Banyak kasus pelecehan seksual berupa anak dipegang-pegang oleh orang tidak dikenal. Maka dari itu, penting untuk beri tahu anak bahwa yang boleh menyentuh tubuhnya hanyalah dirinya sendiri, orang tua dan pengasuh. Cara mengajari anak pun bisa berbagai macam, salah satunya dengan bermain role play.

"Biasakan terima laporan yang menyamankan anaknya. Mancingnya gimana? Salah satunya pakai role play, pakai drama-drama itu. Misalnya ada yang mau pegang kamu, kamu bisa bilang atau lari ke mama," jelas Nina.

4. Tetap di Sisi Orang Tua saat di Tempat Umum

Tempat umum bisa menjadi sasaran empuk para pelaku pelecehan seksual dalam mengincar korbannya. Maka dari itu, penting untuk selalu ingatkan anak-anak agar tetap berada di samping ayah atau ibunya saat berada di tempat-tempat umum, seperti pusat perbelanjaan, stasiun, bandara, taman, dan lainnya.

"Kalau terpisah, maka anak bisa teriak dengan memanggil nama ibunya. Jadi orang tua tahu itu suara anaknya, kita ajari teriakan yang spesifik. Kemudian kita kasih tahu ada area-area yang tertentu harus barengan, untuk kurang-kurangi orang-orang melakukan pelecehan seksual. Kalau ada sentuhan enggak nyaman, langsung bilang," tutup Nina.

kumparan post embed