Kumparan Logo

Cara Aman Menginduksi Persalinan dengan Pengobatan Alternatif

kumparanMOMverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
7
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi ibu hamil akan melahirkan.  Foto: Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi ibu hamil akan melahirkan. Foto: Shutterstock

Induksi persalinan merupakan cara yang dilakukan untuk merangsang kontraksi dan mempercepat proses persalinan saat sudah memasuki hari perkiraan lahir (HPL). Mengutip Verywell Family, banyak dokter yang merekomendasikan induksi jika kehamilan melampaui 41 atau 42 minggu karena plasenta menjadi kurang efisien dalam menjaga janin.

Beberapa dokter justru menyarankan ibu untuk melakukan induksi persalinan saat usia kehamilan sudah memasuki 39 minggu. Sebab, penelitian menunjukkan bahwa janin yang lahir saat usia kandungan 39 minggu memiliki kondisi yang paling sehat.

Selain dilakukan secara medis, induksi persalinan juga dapat dilakukan dengan pengobatan alternatif, seperti pijat dan akupuntur. Bagaimana caranya? Simak penjelasannya berikut ini.

Pengobatan Alternatif untuk Menginduksi Persalinan

Ilustrasi pijat ibu hamil untuk menginduksi persalinan. Foto: Shutter stock

1. Metode Kiropraktik dan Pijat

Ahli kiropraktik dan terapis pijat yang terlatih secara khusus dapat membantu menyelaraskan panggul dan merangsang persalinan melalui teknik bodywork tertentu, salah satunya adalah teknik Webster. Teknik tersebut merupakan penyesuaian lembut yang dilakukan ahli tulang untuk membantu ‘membuat ruang’ di panggul.

Selain itu, beberapa penelitian juga menunjukkan bahwa teknik tersebut dapat membantu memudahkan proses persalinan untuk bayi berada pada posisi sungsang. Terapis pijat prenatal dapat merangsang titik akupresur tertentu untuk melahirkan.

2. Akupunktur

Ilustrasi Ibu Hamil Melakukan Akupuntur Foto: Shutterstock

Akupunktur disebut cukup aman untuk ibu hamil, terutama untuk menginduksi persalinan.

“Penelitian observasional terbatas telah menunjukkan perubahan pematangan serviks dengan akupunktur. Namun durasi persalinan tampaknya tidak lebih singkat,” jelas Juan C. Sanchez, MD., seorang dokter kandungan di Pusat Kesehatan Keluarga di NYU Langone, Amerika Serikat.

Sementara itu, banyak ahli akupunktur menekankan bahwa mereka tidak menginduksi persalinan, melainkan mempersiapkan tubuh seseorang secara fisik, mental, dan emosional untuk ibu.

“Kami membantu mempersiapkan calon orang tua untuk persalinan dan mendukung kelancaran proses persalinan,” ungkap Daryl Thuroff, DACM., yang memegang gelar doktor dalam Akupunktur dan Pengobatan Cina, serta menjabat sebagai Manajer Program Tubuh di Yinova, New York.

Persiapan persalinan berbasis akupunktur biasanya dimulai sekitar 36 minggu oleh seorang profesional berlisensi. Selain akupuntur, praktisi sering menggunakan moksibusi, yaitu proses ketika daun mugwort yang dibakar di bagian tubuh tertentu. Mereka mungkin juga menggunakan obat herbal Cina untuk plasenta previa dan pijat untuk membantu mengelola kecemasan dan rasa sakit yang berasal dari kontraksi.

kumparan post embed