Cara Atasi Konflik dengan Mertua soal Pengasuhan Bayi
ยทwaktu baca 3 menit

Kelahiran bayi memang membawa kebahagiaan bagi keluarga. Tak hanya bagi ibu dan ayah, tapi juga kakek nenek si kecil alias orang tua atau mertua Anda.
Ya Moms, saking bahagianya, mertua Anda mungkin jadi ingin ikut campur terlalu dalam soal mengasuh bayi. Meski niatnya baik, bila sering ada perbedaan pendapat soal pengasuhan bayi, bisa jadi hal ini memicu konflik antara Anda dan mertua. Apalagi jika tinggal satu atap, sehingga frekuensi bertemu mertua pun jadi lebih sering.
Dalam acara Mom's Meet Up 'Tinggal Bareng Mertua vs Rumah Sendiri' yang diselenggarakan kumparanMOM di Beranda Kitchen, Minggu (26/6), hadir beberapa ibu yang berbagi cerita soal pengalaman berinteraksi atau tinggal bersama mertua. Salah satunya RK, ibu tiga anak yang sering mendapatkan informasi terkait mitos mengasuh bayi dari mertuanya.
"Saya baru melahirkan, anak terakhir 4 bulan. Enggak tinggal sama mertua, tapi mertua suka nginap. Karena masih punya bayi, mertua suka punya mitos-mitos gitu. Waktu itu aku dilarang potong kuku karena belum 40 hari, akhirnya anakku mukanya lecet-lecet berdarah karena lupa dipakaikan sarung tangan, terus juga jangan gendong terus nanti bau tangan. Bagaimana cara menghadapi mertua yang suka ngasih mitos-mitos?," jelas NK.
Lantas, bagaimana caranya mengatasi konflik dengan mertua soal pengasuhan bayi seperti cerita NK di atas?
Tips Hadapi Konflik dengan Mertua soal Pengasuhan Bayi
Peserta lain yang hadir dalam acara Mom's Meet Up, turut memberikan pandangannya soal cara menghadapi konflik dengan mertua soal pengasuhan bayi.
"Salah satu solusinya adalah ajak mertua ikut ke doter anak. Jadi ketika anak saya 6 bulan, langsung kan MPASI menu lengkap. Tapi menurut mertua saya, yang masih menganut teori zaman dulu, itu harusnya menu tunggal. Anak saya sempat sembelit memang di awal MPASI, tapi sebenarnya kan normal bukan karena pengaruh menu lengkap. Akhirnya saya sama suami ajak mertua ke dokter anak dan mertua saya dapat penjelasan langsung dari dokter," jelas MT ibu 2 anak.
Ya Moms, bila masalah pengasuhan bayi berkaitan dengan kesehatan si kecil, tak ada salahnya untuk mengajak mertua mendapat penjelasan langsung dari ahlinya. Penyanyi dan ibu tiga anak, Widi Mulia, yang juga hadir di acara tersebut menambahkan, sebelum mengajak mertua ke dokter, pastikan Anda dan suami sudah satu frekuensi dengan ahli tersebut.
"Akhirnya mereka itu paham, walau pun kita muda belum pengalamann, tapi kita berusaha," kata Widi.
Psikolog Anak dan Keluarga, Anna Surti Ariani yang juga hadir di acara yang sama juga sependapat dengan hal di atas. Menurutnya, mertua memang perlu diberi informasi terbaru soal pengasuhan bayi karena ilmu parenting terus berkembang.
"Ada memang hal yang perlu kita update ke mertua kita. Contohnya tentang bayi baru lahir, nah mertua kita kan udah berapa tahun lalu mereka punya bayi. Jadi jangan menyalahkan. Kita harus kasih update. Jadi kasih obrolan 'sandwich'. Yang mana sandwich itu kan atasnya halus ya obrolannya dibuka halus dulu, terus dalamnya baru isinya, jadi baru sampaikan pendapat kita, terakhir baru yang halus lagi. Halus yang terakhir itu ajakan gitu," tutup Nina.
