Kumparan Logo

Cara Buat Bayi Tertawa Sesuai Umurnya

kumparanMOMverified-green

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Bayi tertawa POTRAIT Foto: Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Bayi tertawa POTRAIT Foto: Shutterstock

Siapa yang tidak senang melihat dan mendengar bayi tertawa. Selain senang, tentunya bikin gemas juga, ya! Tak heran kalau banyak orang khususnya orang tua yang selalu ingin membuat si kecil tertawa.

Kita pun perlu tahu Moms, tawa adalah bagian penting dari perkembangan anak, mulai dari membangun harga diri, belajar memecahkan masalah, dan mengasah keterampilan sosial. Jadi menstimulasi bayi untuk tertawa memang diperlukan.

"Itu adalah salah satu ciri kepribadian yang paling diinginkan, bayi yang ceria dan humoris. Dan orang tua bisa membantu mengembangkannya," kata Louis Franzini, PhD, penulis buku Kids Who Laugh: How to Develop Your Child's Sense of Humor (Square One) sebagaimana dilansir Parents.

Tapi ternyata untuk menstimulasi tawa bayi harus disesuaikan dengan umurnya. Seperti apa maksudnya?

bayi tertawa Foto: Shutterstock

Bayi 3 Bulan

Tawa pertama bayi umumnya muncul ketika ia berusia 3-4 bulan. Namun pada saat ini si kecil belum memahami humor, mereka terkekeh karena adanya rangsangan fisik seperti memantul di perutnya atau pengalaman tekstur yang Anda berikan. Tawa mereka mungkin juga sebagai bentuk imitasi atau meniru Anda. Coba saja menepuk-nepuk tangan bayi sambil tertawa, umumnya bayi akan segera meniru alias ikut tertawa! Cara lain, coba menstimulasinya dengan cara melakukan cilukba.

Penasaran mengapa bayi bisa seperti ini? Karena ada sel-sel otak khusus yang disebut mirror neuron yang dimiliki bayi untuk meniru tindakan orang terutama orang yang dekat dengannya. Ibu, ayah atau pengasuh misalnya.

Ilustrasi bayi yang tertawa. Foto: Shutterstock

Bayi 6 Bulan

Di usia enam bulan bayi memiliki kapasitas untuk mengeluarkan tawa perut yang lucu, dan mereka akan terkikik oleh pengalaman yang tidak biasa. Bila ini terjadi, pastikan Anda juga tertawa dan tersenyum, ya! Dengan begitu, si kecil akan lebih suka lagi tertawa.

Cara lain yang bisa dicoba adalah berekpresi atau membuat gerakan yang lucu dan konyol misalnya. Semakin konyol ekspresi atau gerakan Anda, semakin bayi dapat memahami kalau Anda sedang bermain-main. Ini bagian dari perkembangan kecerdasan emosi dan sosialnya.

Tapi jangan lupa, Anda juga harus tersenyum dan tertawa saat melakukannya. Dengan begitu, secara otomatis mengirim sinyal pada bayi bahwa Anda sengaja melakukannya untuk membuat dia tertawa.

"Orang tua perlu memberi isyarat kepada bayi mereka untuk menjelaskan, 'Ini aman dan ini menyenangkan.'" kata dr. Mireault, seorang profesor psikologi di Johnson State University, di Vermont, AS.

bayi perempuan Foto: Shutterstock

Bayi 9 Bulan

Seiring perkembangan otak bayi Anda , ia akan mulai mengenali hal-hal yang jelas-jelas di luar pemahaman atau pengalamannya yang biasa. Sesuatu yang aneh atau tidak biasa, akan dianggap lucu oleh bayi dan membuatnya tertawa. Misalnya kalau Anda mengenakan sepatu sebagai topi, atau mengarahkan sendok berisi makanan ke mata.

Tapi tentu saja, pertama-tama, bayi harus tahu bahwa sepatu untuk dipakai di kaki, bukan kepala. Menyuap makanan di sendok ke mulut, bukan ke mata. Nah, pemahaman tersebut diperoleh bayidari hasil mengamati orang-orang di sekitarnya selama 9 bulan usianya ini.

Bayi 12 Bulan

Seiring bertambahnya usia, bayi semakin tidak bergantung pada Anda untuk mengetahui apa yang lucu dan tidak, Moms. Mereka mulai melakukan pencarian hal yang lucu sendiri. Stimulasi yang bisa dilakukan adalah meniru suara seperti kucing mengeong.

Untuk bayi seusia ini, suara aneh sangat lucu. Misalnya seperti merobek selembar kertas, menirukan suara-suara yang tak lazim, dan lain sebagainya. Namun para ahli pun tidak yakin mengapa kata-kata dan suara tertentu jadi hal yang lucu bagi si kecil. Hihihi...